Bula, JENDELASERAM.COM — Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) terus mengkampanyekan program Hilirisasi Sagu yang digagas Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri.
Dalam sela-sela rapat paripurna memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) SBT ke-22 yang digelar di ruang rapat paripurna DPRD SBT, Kamis (18/12/2025) tidak dilakukan pemotongan tumpeng sebagaimana kegiatan umumnya, namun digantikan dengan ‘bale papeda’
Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri dua kali melakukan ‘bale papeda’ kepada Penjabat (Pj) Bupati SBT periode 2003-2025 H. Abdul Gani Wokanubun dan Ketua Latupati SBT Abdul Razak Weulartafella. Sementara itu, Ketua DPRD SBT Risman Sibualamo memberikan kepada salah satu tim percepatan pembentukan SBT Bahrum Wadjo.
Kepada wartawan, Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri mengatakan bahwa tema hilirisasi sagu yang diangkat sejak awal memimpin itu tidak akan pernah berhenti.
“Tentang hilirisasi sagu yang saya angkat, dari awal saya sampaikan, hilirisasi sagu itu tema yang tidak akan pernah berhenti. Karena ini potensi yang luar biasa,” katanya.
Alkatiri berujar, sagu ini menjadi potensi yang luar biasa. Apalagi sambung dia, target lain dari program ini adalah menjadikan brand untuk memperkenalkan SBT.
Dirinya menyebut, beberapa komuditi lain seperti cengkeh, pala, ikan, coklat dan kelapa, SBT berada pada posisi empat hingga enam. Sementara sagu menjadi satu-satunya komuditi mutlak yang dimiliki SBT dibanding kabupaten/kota lain di Maluku.
“Yang saya inginkan dari hilirisasi sagu itu adalah membuat brand yang dengannya SBT dikenal. Namanya brand itu harus unik, kita tidak bisa angkat yang lain karena kita bukan penghasil utama,” sebutnya.
Dia mengungkapkan, program hilirisasi sagu yang diusulkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku pada beberapa waktu lalu untuk mengejar Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2026 belum diketahui hasilnya.
Ia mengakui, meski semua dokumen sudah disampaikan secara lengkap oleh Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, namun pemerintah pusat bakal melalukan penilian terlebih dahulu.
“Kalau diterima Alhamdulillah, itu akan ada banyak anggaran yang masuk. Kalau tidak diterima berarti kita upayakan di tahun berikutnya. Tapi hilirisasi sagu tidak akan pernah mati, tetap akan kita galakkan karena nilai ekonomisnya terlalu tinggi,” ungkapnya. (JS-02)













Discussion about this post