Langgur, JENDELASERAM.COM — Anggota DPR-RI Fraksi PKS dari Dapil Maluku, Saadiah Uluputty mengawali agenda kerja tahun 2026 dengan melakukan kunjungan perdana ke Kabupaten Maluku Tenggara pada Sabtu (03/01/2025).
Kunker kali ini, Saadiah Uluputty menggandeng salah satu rekan Fraksi PKS DPR-RI Anis Byarwati yang merupakan Anggota Komisi XI DPR-RI sebagai momentum penting untuk memperkuat silaturahmi, konsolidasi politik, sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
Kehadiran keduanya menunjukkan sinergi lintas peran di DPR-RI dalam mengawal isu-isu pembangunan daerah, khususnya yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat dan penguatan ekonomi.
Rombongan disambut langsung oleh Bupati Maluku Tenggara, Thaher Hanubun bersama jajaran pemerintah daerah.
Sambutan hangat ini menjadi penanda kuatnya komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun Maluku Tenggara secara berkelanjutan.
Selain menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD PKS Maluku Tenggara, kunjungan ini juga merupakan bagian dari agenda kunjungan daerah pemilihan (Dapil).
Dalam kesempatan tersebut, Saadiah Uluputty menegaskan pentingnya mendengar langsung aspirasi masyarakat serta membicarakan berbagai persoalan yang menyentuh kebutuhan riil warga, sesuai dengan fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan DPR RI.
Sinergi bersama Anis Byarwati, yang memiliki peran strategis di Komisi XI DPR RI, turut memperkaya diskusi, khususnya terkait isu ekonomi, keuangan dan penguatan kapasitas masyarakat daerah.
Keduanya sepakat bahwa pembangunan daerah harus bertumpu pada dialog terbuka dan kolaborasi yang berkesinambungan.
“Kunjungan ini bukan sekadar agenda formal, tetapi bagian dari komitmen kami untuk hadir, mendengar dan memperjuangkan kepentingan masyarakat Maluku Tenggara di tingkat nasional,” ujar Saadiah Uluputty di sela-sela kegiatan.
Kunjungan perdana ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi penguatan hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat, sekaligus mempertegas peran DPR RI dalam mengawal pembangunan dan kesejahteraan di Maluku Tenggara sepanjang tahun 2026. (JS-02)












Discussion about this post