Bula, JENDELASERAM.COM — Bupati Seram Bagian Timur (SBT), Fachri Husni Alkatiri melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di Kantor Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.
Sidak yang digelar pada Senin (05/01/2025) itu turut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) SBT A. Q. Amahoru, Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) SBT Ramli Kilwarany, Inspektur Daerah M. Iksan Keliwooy, Kepala Satpol PP SBT Saiful I. Rumodar, Kabid Disiplin dan Pengembangan Asbar Pattikupang dan Kabag Protokol Susanti Kacong.
Pantauan media ini di lapangan, kehadiran Bupati dan jajaran di Kantor Dinas Dikbudpora SBT itu ingin melakukan rapat bersama di instansi tersebut, namun Kepala Dinas dan Sekretaris tidak berada di kantor.
“Dengar beta (saya) sampaikan, tujuan beta (saya) mau datang ini buat apa? Saya ingin rapat dengan, terutama yang punya jabatan. Kalau tidak ada kita mau rapat apa,” ucapnya.
Berselang beberapa saat, Sekretaris Dinas Dikbudpora SBT Abdul Kadir Lausiry baru tiba di kantor, namun Sekda SBT A. Q. Amahoru memutuskan untuk meninggalkan Kantor Dikbudpora.
Dia bahkan menegaskan, dinas atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang sudah didatangi tadi tidak bisa digelar rapat akan mengikuti apel pada Selasa besok secara lengkap kemudian dilanjutkan dengan rapat.
“Kita tidak bisa menunggu, kita mau ke kantor yang lain. Untuk dinas atau OPD yang kita datang tapi tidak siap besok apel di kantor bupati, nanti saya yang langsung ambil alih, semuanya harus lengkap. Setelah itu baru nanti rapat dengan pimpinan dan kita semua,” ungkap Amahoru.
Sementara itu, saat melakukan Sidak di Dinkes SBT, Bupati bersama tim langsung melakukan rapat dengan Kepala Dinkes SBT Punira Kilwalaga bersama para Kepala Bidang (Kabid) dan Kepala Sub Bagian (Kasubag) untuk masing-masing mempresentasikan capaian dan kendala yang dihadapi.
Dalam kesempatan itu, Bupati bersama tim juga menyempatkan waktu untuk bertemu langsung dengan para staf di Dinkes SBT untuk memberikan penguatan sekaligus mendengarkan pendapat dari masing-masing orang.
“Motovasi baik kita itu harus kita kuatkan. Rejeki itu tidak ada di angka nominal, rejeki itu ada di berkah. Kalau kita kerja betul, angka mungkin sama, tapi bisa jadi manfaatnya lebih banyak. Tapi kalau kita kerja kurang betul, angka sama, manfaatnya bisa jadi kurang,” tuturnya. (JS-02)













Discussion about this post