Bula, JENDELASERAM.COM — Kota Bula merupakan pusat ibukota sementara Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) sejak pemekaran, namun hingga saat ini Kota Bula bagaikan kota kumuh dan tidak tertata secara baik.
Kondisi ini mendapat perhatian serius dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten SBT melalui pandangan akhir fraksi yang dibacakan Ketua Fraksi PKB, Rudi Wadjo pada paripurna Rancangan APBD tahun anggaran 2025 yang digelar pada Senin (30/12/2024) malam.
Rudi mengungkapkan, hal itu diperparah dengan masyarakat membangun lapak-lapak yang tidak sesuai Standar Operasional Prosudur (SOP).
“Kota Bula merupakan pusat Kabupaten SBT, namun sampai saat ini Kota Bula bagaikan kota kumuh dan tidak tertata dengan baik. Masyarakat membangun lapak-lapak yang tidak sesuai SOP,” ungkap Wadjo.
Mengamati kondisi yang ada kata dia, Fraksi PKB berharap kepada Pemerintah Daerah (Pemda) agar kedepan dapat menata Kota Bula sebagus mungkin.
Dia menambahkan, Fraksi PKB menargetkan agar kedepan terjadi peningkatan tata kelola ruang perkotaan yang layak.
“Kami (Fraksi PKB) berharap kepada Pemda kedepan untuk dapat menata Kota Bula sebagus mungkin, agar terjadi peningkatan tata kelola ruang perkotaan yang layak,” timpalnya. (JS-01)













Discussion about this post