Bula, JENDELASERAM.COM — Kegiatan rehabilitasi jembatan Wai Mer, Desa Dawang, Kecamatan Teluk Waru, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) belum mencapai setahun, namun sudah mengalami kerusakan.
Kondisi ini terjadi saat sebuah mobil truk bermuatan semen dan pipa dari arah Kota Bula menuju Desa Kilga Kecamatan Kiandarat melalui jembatan tersebut dan terperosok ke kolam jembatan pada Kamis (30/01/2025).
Kondisi ambruknya jembatan pada ruas jalan Bula-Masiwang ini mendapat tanggapan beragam dari masyarakat di kabupaten penghasil minyak mentah itu.
Salah satu masyarakat SBT, Fatarudin Rumbara mengherankan jembatan yang direhab oleh pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Maluku yang belum cukup setahun sudah ambruk.
Fatarudin mengungkapkan, segala proses pekerjaan yang dilakukan orientasinya keuntungan tanpa memepehatikan kualitas pekerjaan maka yang menjadi korban adalah masyarakat.
“Belum cukup setahun sudah kembali ambruk, kalau segala proses orientasinya adalah keuntungan dan keuntungan saja tanpa memperhatikan kualitas pekerjaan, alhasil korbannya adalah warga masyarakat terutama pengendara roda dua dan roda empat,” ungkap Fatarudin dalam postingan facebooknya.
Meskipun jembatan Wai Mer yang berada pada ruas jalan nasional ini tidak lagi menjadi tanggungjawab Pemerintah Kabupaten (Pemkab) SBT, namun dia mengingatkan Pemkab setempat agar belajar dari kejadian ini.
“Ini menjadi catatan penting kepada Pemerintah Daerah,” ingatnya.
Pihaknya menegaskan, pihak aparat penegak hukum harus bergerak melakukan pemeriksaan terhadap kontraktor yang mengerjakan rehabilitasi jembatan Wai Mer ini.
“Bila perlu kontraktor yang kerja wajib diperiksa dan dimintai pertanggungjawaban soal pekerjaan ini,” tegasnya.
Salah satu warga lainnya bernama Musa R mengungkapkan, kejadian ambruknya jembatan Wai Mer ini mengharuskan pihak kontraktor yang menangani pekerjaan rehab jembatan tersebut harus bertanggungjawab.
“Terhadap kejadian ini, pihak kontraktor atau pemenang tender harus bertanggungjawab, karena ini berhubungan dengan konstruksi atau kualitas kerja yang tidak baik,” ucapnya. (JS-01)













Discussion about this post