Bula, JENDELASERAM.COM — Pemerintah Daerah (Pemda) Seram Bagian Timur (SBT) menggelar doa dan tahlilan hari ke-5 mantan Bupati SBT dua periode, almarhum Abdul Mukti Keliobas.
Acara yang berlangsung di masjid Al-Ikhwan Bula pada Rabu (22/12/2025) malam itu dihadiri Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemerintah (Lingkup) Kabupaten SBT dan masyarakat umum.

Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri dalam arahannya mengatakan, semua orang yang datang pada malam hari ini sebagai hamba Allah sekaligus sebagai orang yang merasa masih memiliki kewajiban untuk mendoakan mantan Bupati SBT dua periode Jou Ratu Abdul Mukti Keliobas.
“Kita semua datang di sini sebagai hamba Allah, sebagai orang yang merasa masih memiliki kewajiban untuk mendoakan saudara kita, abang kita, bapak kita, mantan bupati SBT dua periode, bapak kita jou ratu Abdul Mukti Keliobas,” kata Alkatiri.
Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Maluku ini menginginkan agar kegiatan yang digelar ini menjadi bagian dari tradisi baik untuk saling mengingatkan kebaikan yang pernah ada diantara sesama.
“Tidak perlu ada kata-kata lagi yang saya ulangi, tetapi saya berharap, ini menjadi bagian dari tradisi baik kita untuk saling mengingat kebaikan yang pernah ada diantara kita,” tuturnya.
Fachri yang dikenal sebagai ustadz ini menjelaskan, setelah seseorang meninggal dunia, amalnya akan terputus, kecuali tiga hal.
Dirinya mengungkapkan, tiga hal itu yakni meninggalkan ilmu yang bermanfaat, bisa berupa nasehat, kata bijak atau wejangan-wejangan yang pernah disampaikan lalu diamalkan dan diikuti oleh orang yang mendengarkan.
Selain itu, sedakah, berupa hal baik yang dilakukan untuk kepentingan umum dan dirasakan manfaatnya terus menerus, serta anak sholeh yang mendoakannya.
Yang terputus dari amal seseorang meninggal itu semua, kecuali tiga itu. Tiga itu adalah amal pribadi beliau, tapi yang masih dilakukan oleh kita adalah doa. Doa tidak bisa putus. Itu sebabnya disyariatkan dalam Islam begitu ada orang meninggal, kita punya satu kewajiban kifayah, fardu kifayah yang namanya sholat jenazah,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, dia mengajak semua orang yang hadir untuk mendoakan almarhum Abdul Mukti Keliobas, semoga dengan inisiasi ini bisa menghasilkan banyak doa tulus dan doa ikhlas yang InsyaAllah didengar oleh Allah SWT.
“Kehadiran kita di malam ini juga menunjukkan kepedulian kita, bahkan kesaksian kita bahwa almarhum bapak Abdul Mukti Keliobas adalah orang baik, mudah-mudahan kesaksian kita juga didengar oleh Allah SWT beserta amal beliau diterima dan kesalahan, khilaf dan dosa beliau diampuni oleh Allah SWT,” tutupnya. (JS-02)















Discussion about this post