Bula, JENDELASERAM.COM — Anggota Komisi V DPR RI Saadiah Uluputty dalam kesempatan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menyempatkan waktu untuk meninjau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di kawasan Namatimur, Desa Bula Air pada Minggu (30/12/2025).
Kunjungan ke TPA itu ikut dihadiri Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri, Wakil Bupati SBT M. Miftah Thoha R. Wattimena, Sekda SBT A. Q. Amahoru, Ketua DPRD SBT Risman Sibualamo, Kepala Dinas PUPR SBT Ramli Sibualamo, Kepala Bappeda Litbang SBT Mirna Derlen, Ketua Komisi B DPRD SBT Husin Rumdan dan Dinas Lingkungan Hidup SBT.
Uluputty dalam kesempatan tersebut menyimak paparan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang menjelaskan betapa mendesaknya penanganan sampah di Namatimur.
Selain itu, armada pengangkut sampah yang sudah tua, minimnya alat berat, hingga keterbatasan dukungan teknis dari perusahaan minyak yang beroperasi di Bula menjadi persoalan yang belum juga terselesaikan.
Di tengah pemaparan itu, Saadiah tidak sekadar mendengar, beliau turun meninjau langsung titik-titik tumpukan sampah dan berbincang dengan petugas lapangan mengenai tantangan sehari-hari mereka.
“Sampah datang setiap hari, tapi alat kami tidak bertambah,” ujar salah satu petugas menggambarkan beratnya beban kerja mereka.
Melihat kondisi tersebut, Saadiah langsung merespon dengan cepat dan tegas. Sebagai Anggota DPR RI yang pernah bermitra dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan kini di Komisi V DPR RI, ia menyatakan komitmennya untuk menghadirkan solusi nyata.
“Saya akan alokasikan satu unit pengelolaan sampah melalui aspirasi DPR. Tolong OPD segera siapkan perencanaan lengkapnya,” ujar Saadiah, membawa angin segar di tengah masalah yang menumpuk.
Langkah aspiratif ini menjadi harapan baru bagi masyarakat SBT. Sebuah solusi yang bukan hanya menjawab kebutuhan teknis, tetapi juga menjadi tanda bahwa persoalan sampah yang berdampak langsung pada kesehatan, kebersihan dan kualitas hidup benar-benar mendapat perhatian serius.
Dengan hadir di lapangan, mendengar langsung keluhan dan mengambil sikap cepat, Saadiah kembali menunjukkan komitmennya untuk bekerja dari akar masalah, bukan dari balik meja.
Kehadiran beliau di TPA Namatimur hari ini menjadi bukti bahwa persoalan masyarakat, sekecil apa pun, patut diperjuangkan hingga selesai. (JS-01)













Discussion about this post