Bula, JENDELASERAM.COM — Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) kembali memilih nahkoda baru untuk periode 2025-2028.
Pemilihan nahkoda baru ini dilakukan dalam Musyawarah Cabang ke-III yang dirangkai dengan Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Diklatcab) di lantai I Sigafua Cafe dan Restu, Kota Bula, Rabu (22/1/2025).
Ketua Organisasi Kaderisasi Keanggotaan (OKK) BPC HIPMI SBT, Kamarudin Keliwar mengungkapkan, keberadaan HIPMI di kabupaten penghasil minyak bumi itu sejak 2017 lalu.
“Kehadiran HIPMI di SBT ini mulai 2017,” ungkap Keliwar.
Dia menjelaskan, Muscab ke-III ini menjadi Muscab pertama yang digelar di SBT, sebab Muscab ke-I dan ke-II dilaksanakan di Kota Ambon.
Dimana, pada Muscab ke-I yang dipusatkan di Hotel Atlantic Kota Ambon itu melahirkan M. Fauzan Husni Alkatiri sebagai ketua. Sedangkan pada Muscab ke-II yang digelar di tempat yang sama melahirkan Sadam Ismail Rumalutur sebagai ketua.
“HIPMI ini baru pertama melakukan Muscab di Kabupaten SBT. Ketua pertama itu M. Fauzan Husni Alkatiri, waktu itu katong (kami) melaksanakan Muscabnya di Hotel Pasific Kota Ambon. Yang kedua itu Muscabnya juga di Ambon, di Hotel Atlantik juga. Diketuai oleh Sadam Ismail Rumalutur,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua OKK Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI Maluku, Gadri Ramadhan Attamimi menyampaikan apresiasi kepada BPC HIPMI SBT, terutama rekan-rekan SC dan OC yang bekerja keras dalam melaksanakan kegiatan tersebut.
“Saya ucapakan apresiasi dan atensi yang tinggi dan khusus kepada teman-teman BPC HIPMI SBT, terutama teman-teman SC dan OC yang bekerja keras dalam mendinamisasi dan mengaklerasi Muscab BPC HIPMI SBT di Kota Bula,” ucap Attamimi.
Ia berujar, keberadaan HIPMI di SBT harus ikut berkontribusi dalam membantu Pemerintah Daerah (Pemda) setempat untuk meningkatkan daya beli masyarakat.
Menurutnya, potensi produk lokal yang ada harus dikembangkan, terutama sagu yang secara kalkulasi, produktifitasnya sangat tinggi.
“Kita harus tingkatkan daya beli di SBT. Saya sara masih banyak produk lokal ini harus dikembangkan. Seperti sagu di Seram Timur ini secara kalkulasi, produktifitas itu sangat tinggi. HIPMI harus ambil peran disitu,” ujarnya. (JS-01)













Discussion about this post