Bula, JENDELASERAM.COM — Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kiltufa, Kecamatan Gorom Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) sedang menjalankan program ketahanan pangan tahun anggaran 2025.
Program yang menggunakan alokasi 20 persen Dana Desa (DD) ini dilakukan pengembangan desa tematik dengan melakukan budidaya sayur hidroponik sebagai salah satu inovasi untuk menjawab tantangan ketersediaan pangan sehat dan ramah lingkungan di masyarakat.
Penjabat (Pj) Kepala Desa Kiltufa, Syarifudin Suwakul dalam keterangan tertulis yang diterima media ini di Bula, Minggu (31/08/2025) mengatakan, pengembangan hidroponik bukan hanya sekedar program ketahanan pangan.
Dia menjelaskan, kegiatan ini sekaligus sebagai peluang usaha yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga.
“Dengan budidaya modern ini, produksi sayur diharapkan lebih cepat, higienis dan bernilai ekonomi tinggi. Serta mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal maupun di luar desa,” jelasnya.
Pihaknya mengungkapkan, pengelolaan kebun sayur ini melibatkan seluruh anggota BUMDes, pemuda dan para ibu-ibu Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) di tingkat desa.
“Diharapkan manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat di Negeri Administratif KIltufa,” ungkapnya.
Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja pada Dinas Pertanian SBT ini memastikan bahwa program ini akan terus didampingi melalui pelatihan dan pendampingan teknis, agar kualitas dan keberlanjutan usaha dapat terjamin.
Untuk itu, dia berharap, dengan dimulainnya program ini dapat menjadi contoh desa yang berhasil mengelola DD secara tepat sasaran, inovatif dan produktif.
“Kiranya BUMDes bisa menjadi motor penggerak kemajuan ekonomi di desa, sekaligus memperkuat kemandirian pangan masyarakat melalui pengembangan desa tematik sayur berbasis hidroponik,” tutupnya. (JS-02)













Discussion about this post