Ambon, JENDELASERAM.COM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku menggelar upacara peringatan perjuangan ke-207 tahun Martha Christina Tijahahu di Monumen Martha Christina Tijahahu pada Kamis (02/01/2024).
Dalam upacara peringatan perjuangan Martha Christina Tijahahu ke-207 tahun yang mengusung tema ‘Semangat Perjuangan Martha Christina Tijahahu Inspirasi Bagi Generasi Muda Maluku’ itu Penjabat (Pj) Gubernur Maluku Sadali Ie bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) dan Kompol Levina Pauno sebagai Komandan Upacara.
Pj Gubernur Maluku, Sadali Ie menyampaikan rasa bangga dan menyambut gembira serta memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas segala jasa dan perjuangan yang telah dilakukan oleh Pahlawan Nasional Martha Christina Tijahahu agar terus menjadi warisan sejarah bagi generasi muda Maluku.
“Kepada keluarga dan ahli waris Almarhumah, saya ingin katakan ini adalah sebuah kebanggaan abadi turun temurun bagi keluarga yang patut disyukuri,” ucapnya.
Pihaknya mengungkapkan, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya, untuk itulah hari ini kita kembali membangkitkan spirit perjuangan Pahlawan Nasional Martha Christina Tijahahu, seorang srikandi yang gagah berani yang rela berkorban untuk emansipasi harkat dan martabat bangsanya.
“Kita kobarkan lagi jiwa kabaresi Putri Nusalaut yang 207 tahun lalu bisa meruntuhkan keangkuhan penjajah, hanya dengan bermodalkan tombak, bambu runcing, serta parang dan salawaku,” ungkapnya.
Dia berharap, peringatan Hari Pahlawan Nasional Martha Christina Tijahahu yang dilakukan setiap tahun ini dapat memperkuat semangat nasionalisme dan patriotisme kita semua, khususnya bagi generasi muda Maluku dalam membangun negeri.
“Tema Peringatan Hari Pahlawan Nasional Martha Christina Tijahahu, diharapkan dapat mendorong untuk belajar dan mengenal lebih dekat sosok pahlawan nasional kita, terutama bagi generasi muda dan kaum perempuan Maluku untuk bangkit sebagai pejuang pembangunan, menunjukan semangat inovasi dan karya nyata dalam membangun kesejahteraan rakyat,” harapnya.
Ia menambahkan, hal ini menjadi pelajaran berharga bagi generasi muda Maluku masa kini, atas perjuangan Martha Christina Tijahahu, bahwa usia muda bukanlah periode waktu untuk dinikmati dengan hidup berfoya-foya dan bersikap hedonis.
Akan tetapi kata dia, sebuah usia emas untuk menunjukkan peran prestasi dan eksistensi diri yang berguna bagi masyarakat bangsa dan negara.
“Keteladanan seorang Martha Christina Tijahahu, menunjukkan bahwa perempuan Maluku tidak bisa dipandang remeh, tetapi sebagai individu dan warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang setara, serta kesempatan yang sama dengan kaum pria di sektor publik dalam setiap kegiatan pembangunan disegala bidang,” tutupnya. (JS-04)













Discussion about this post