Bula, JENDELASERAM.COM — Kegiatan Ramadhan Festival 2025 dijadwalkan akan digelar pada hari Senin besok di anjungan Pantai Wailola Kota Bula, Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).
Kepastian itu disampaikan Ketua Panitia Ramadhan Festival 2025, Muh. Abduh Ernas dalam keterangan tertulis yang diterima media ini di Bula, Minggu (09/03/2025).
Ernas mengungkapkan, kegiatan yang diselenggaran Lalantagi Culture ini akan dimulai pembukaannya pada Senin malam dan dilanjutkan dengan perlombaan pada hari selasa.
“Kegiatan mulai tanggal 10-20 Maret. Pembukaannya tanggal 10 malam, tapi nanti tanggal 11 kegiatan. Kegiatannya itu ada lomba,” ungkap Ernas.
Ia menjelaskan, Kabupaten SBT dengan keindahan alamnya yang memukau dan keragaman budaya yang kaya merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi besar dalam membangun generasi muda yang beriman dan berbudaya.
Kendati demikian, tantangan modernisasi dan globalisasi sering kali membawa pengaruh negatif yang dapat menggerus nilai-nilai keimanan dan budaya lokal, khususnya di kalangan generasi muda.
“Festival Ramadhan SBT tahun 2025 hadir sebagai upaya untuk menjawab tantangan tersebut. Bulan suci Ramadhan adalah momentum yang tepat untuk memperkuat iman dan memperdalam pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai keislaman,” jelasnya.
Dia membeberkan, kegiatan dalam Ramadhan Festival 2025 ini meliputi lomba dendang sahur, lomba video dendang sahur, lomba Da’i cilik, lomba hias dusun, talk show dengan tema tingkatkan generasi beriman dan berbudaya di bumi Ita Wotu Nusa’, tauziah menjelang berbuka, tenda baca (perpustakaan), live musik islami, bazar Ramadhan/pasar murah, kuliner Ramadhan, penyuluh agama gratis dan galang dana.
Kepala Seksi (Kasi) Madrasah pada Kantor Kementerian Agama (Kemenag) SBT ini mengaku, lomba dendanb sahur live perform ini akan diikuti 12 grup, video dendang sahur 9 grup, dai cilik 40 orang dan hias dusun 9.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran spiritual yang kokoh sebagai landasan dalam menghadapi tantangan zaman, dan menjadi sarana untuk menanamkan kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah,” tutupnya. (JS-02)













Discussion about this post