Bula, JENDELASERAM.COM — Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) M. Miftah Thoha R Wattimena menggelar rapat dengan unsur pendidikan di Kecamatan Pulau Gorom, Gorom Timur dan Pulau Panjang.
Rapat yang berlangsung di Aula SMP 2 SBT pada Senin (11/08/2025) itu melibatkan Kepala UPTD, Kepala Sekolah dan para guru dari tiga kecamatan tersebut.
Wabup SBT M. Miftah Thoha R Wattimena dalam kesempatan tersebut mengatakan, rapat ini menjadi momentum yang sangat berharga, karena mempertemukan semua unsur pendidikan untuk duduk bersama, berdiskusi, menyampaikan gagasan sekaligus mencari solusi atas berbagai tantangan pendidikan yang dihadapi di lapangan.
Wattimena meyakini, dengan kolaborasi yang kuat antara Pemerintah Daerah, UPTD, kepala sekolah dan para guru, pendidikan di Pulau Gorom, Gorom Timur dan Pulau Panjang akan terus berkembang, melahirkan generasi muda yang cerdas, berkarakter dan siap bersaing.
“Mari kita jadikan rapat ini sebagai ruang komunikasi yang terbuka dan solutif. Sampaikan ide, gagasan bahkan kritik yang membangun demi pendidikan yang lebih baik di SBT,” katanya.
Pihaknya mengungkapkan, pendidikan adalah fondasi utama kemajuan daerah. Kendali demikian, dia menyadari bahwa kualitas pendidikan di wilayah kepulauan memiliki tantangan tersendiri, mulai dari keterbatasan akses, sarana prasarana yang belum memadai, hingga keterbatasan sumber daya manusia.
“Saya menyadari bahwa kualitas pendidikan di wilayah kepulauan memiliki tantangan tersendiri, mulai dari keterbatasan akses, sarana prasarana yang belum memadai, hingga keterbatasan sumber daya manusia,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, dia menitipkan beberapa pesan penting kepada para Kepala UPTD, Kepala Sekolahsan guru-guru.
Kepala UPTD sebagai koordinator teknis pendidikan di kecamatan, dia meminta untuk harus lebih aktif membina dan mengawasi satuan pendidikan. Jangan hanya menerima laporan, tetapi turun langsung ke lapangan.
Untuk Kepala sekolah, dia juga menganjurkan harus menjadi pemimpin yang inspiratif, mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, aman dan nyaman bagi siswa dan guru.
“Para guru adalah ujung tombak. Tidak ada pendidikan tanpa guru. Saya ucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi Bapak/Ibu yang terus mengabdi, bahkan di tengah keterbatasan,” ucapnya.
Dia bahkan meminta kepada semua unsur pendidikan di wilayah itu agar pembelajaran di daerah ini terus ditingkatkan, baik dari segi mutu pengajaran, disiplin, maupun penggunaan teknologi pendidikan.
“Segera petakan kebutuhan masing-masing sekolah, baik menyangkut sarana, tenaga pendidik, maupun program peningkatan kapasitas guru. Pemerintah daerah siap mendukung, tentu sesuai dengan kemampuan dan skala prioritas,” tutupnya. (JS-01)













Discussion about this post