Bula, JENDELASERAM.COM — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia bakal memperbaiki irigasi bubi di Kecamatan Bula Barat, Kabupaten Seram Bagian Timur yang sudah rusak parah.
Ketua DPRD SBT, Risman Sibualamo kepada wartawan di Bula, Senin (07/07/2025) mengungkapkan, untuk merespon keluhan petani soal kondisi irigasi bubi serta polemik yang sempat viral beberapa waktu lalu, dia berinisiatif mengunjungi Ditjen Irigasi dan Rawa Kementerian PU pada 25 Juni 2025.
Sibualamo mengungkapkan, saat melakukan kunjungan kerja ke Ditjen irigasi dan rawa, dia mendapatkan penjelasan secara rinci dari pihak Kementerian PU
“Setelah kita lakukan kunjungan ke sana, di Dirjen Irigasi dan Rawa Kementerian PU baru kita dapat penjelasan. Memang irigasi itu dari dibangun sampai dengan saat ini, dari saluran irigasi sekunder maupun primer tidak sampai ke lahan petani yang dia mencakup desa sumber agung dan jakarta baru. Tapi sampai saat ini tidak dapat digunakan karena kategori rusak berat,” ungkapnya.
Dia membeberkan, dari penjelasan di Ditjen Irigasi dan Rawa, perencanaan review desain rehabilitasi irigasi Bubi diakomodir pada 2025 ini dengan anggaran sebesar Rp 2,5 miliar ditambah UPL/UKL sehingga total anggaran perencanaannya mencapai Rp 3 miliar.
“Keterangan yang disampaikan Ditjen Irigasi dan Rawa itu, dari samua irigasi yang ada di Indonesia ini cuman Wai Bubi yang masuk di 2025 untuk perencanaannya. Mereka di Ditjen ini mengharapkan juga ada dukungan, baik dukungan politik dari DPRD, maupun provinsi dan seterusnya di DPR-RI terkait dengan ini, semoga fisiknya masuk di 2026,” bebernya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Bendungan Waibubi yang terletak di Desa Jakarta Baru, Kecamatan Bula Barat, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) yang menghabiskan ratusan miliar sampai saat ini belum bisa dimanfaatkan pengairannya.
Kondisi ini dapat merugikan petani di desa setempat lantaran mereka tidak bisa menggarap ratusan lahan persawahan.
“Bendungan Waibubi yang terletak di Desa Jakarta baru setelah dibangun menghabiskan ratusan miliyar hingga saat ini belum juga dapat dimanfaatkan pengairannya, sehingga kedapatan begitu banyak ratus lahan persawahan belum digarap,” ucap Camat Bula Barat, Alfin Rumatumia dalam sambutannya pada safari Ramadhan Pemkab SBT di Kecamatan Bula Barat, Minggu (23/03/2025).
Dia mengungkapkan, bendungan Waibubi merupakan bendungan terbesar di Pulau Seram, jika bendungan ini benar-benar dioperasikan maka dipastikan Desa Jakarta Baru dan Sumber Agung bisa menjadi lumbung pangan terbesar di Pulau Seram.
“Jika bendungan Waibubi ini benar-benar dioperasikan maka dipastikan Desa Jakarta Baru dan Sumber Agung bisa menjadi lumbung pangan terbesar di Pulau Seram,” ungkapnya.
Selain itu, dia mengatakan, naiknya sedimen dan jebolnya irigasi bendungan Waimatakabu pada saluran primer pintu kiri yang mengairi lahan sawah desa Waimatakabu, Waisamet dan Akijaya sejak beberapa tahun lalu hingga kini belum diatasi Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku. (JS-01)












Discussion about this post