Bula, JENDELASERAM.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seram Bagian Timur (SBT) mulai menggelar job fit sebagai langkah untuk melakukan penataan birokrasi di Lingkup Kabupaten SBT.
Job Fit yang terdiri dari uji kompetensi dan evaluasi kinerja yang digelar di Gedung Serbaguna Dinas Kesehatan (Dinkes) SBT pada Jumat (27/06/2025) ini diikuti oleh sebanyak 21 orang.
Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Penjabat (Pj) Sekda SBT A. Q. Amahoru, Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri mengatakan, pelaksanaan uji kompetensi dan evaluasi kinerja ini merupakan amanat dari peraturan perundang-undangan, khususnya dalam rangka penerapan sistem merit dalam manajemen kepegawaian.
Alkatiri berujar, hal ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi indikator penting dalam memastikan bahwa birokrasi di daerah ini dikelola secara profesional, transparan dan akuntabel.
Langkah ini sambungnya, juga merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) dalam mewujudkan visi pembangunan Kabupaten SBT, yaitu ‘terwujudnya masyarakat SBT yang sehat, cerdas, sejahtera dan berbudi luhur’
“Untuk mencapai visi tersebut, diperlukan sumber daya aparatur yang kompeten, jujur, inovatif, serta memiliki komitmen dan tanggungjawab moral terhadap pelayanan publik dan pembangunan daerah,” katanya.
Pihaknya mengungkapkan, jabatan bukanlah sekadar kedudukan struktural, tetapi merupakan amanah rakyat yang harus dijalankan dengan penuh tanggungjawab.
Karena itu kata dia, melalui evaluasi ini, tidak hanya menilai dari aspek teknis dan administratif, tetapi juga komitmen moral, integritas, loyalitas terhadap bangsa dan daerah, serta kesediaan untuk bekerja keras dan melayani dengan hati.
Dia menegaskan, pejabat pimpinan tinggi pratama dituntut untuk mampu menjadi motor penggerak perubahan, mampu menyelaraskan diri dengan tantangan zaman dan memiliki kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat.
“Dalam konteks itu, saya ingin menegaskan beberapa poin penting, tingkatkan kinerja dan etos kerja, jangan puas pada pencapaian hari ini, teruslah belajar dan mengembangkan diri. Utamakan kolaborasi dan inovasi, kerja pemerintah hari ini tidak bisa lagi dilakukan dengan pola lama, kita harus kreatif, adaptif, dan kolaboratif. Bangun birokrasi yang bersih dan melayani, hindari praktik-praktik menyimpang, jadilah panutan dalam integritas dan profesionalisme,” ungkapnya. (JS-02)













Discussion about this post