Jakarta, JENDELASERAM.COM — Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) memiliki banyak potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang bisa dikelola untuk kemakmuran masyarakat di daerah ini.
Karena itu, Bupati SBT, Fachri Husni Alkatiri dalam kesempatan bertemu dengan Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, Dudung Abdurachman di kantornya pada Senin 21 April 2025 lalu meminta Dudung Abdurachman untuk mendorong investor masuk ke SBT.
“Saya juga minta kepada beliau untuk mendorong investor masuk ke wilayah SBT,” ucap Alkatiri dalam keterangannya yang diterima media ini, Sabtu (26/04/2025).
Alkatiri mengungkapkan, kedatangan dia bersama rombongan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) SBT disambut baik oleh Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional ini.
Dirinya mengaku, dalam sela-sela diskusi mereka, Dudung Abdurachman bertanya soal potensi-potensi investasi di SBT, sehingga dia menyampaikan kepada orang dekat presiden ini bahwa SBT ramah terhadap investasi, terbuka dan memberikan berbagai kemudahan bagi para investor yang masuk.
“Kita ramah investasi, kita terbuka dan memberikan berbagai kemudahan bagi para investor yang masuk. Dan memang ada diskusi soal beberapa potensi daerah yang mungkin saja bisa dilirik oleh para investor,” ungkapnya.
Dikatakan Fachri, agenda pertemuan dengan Dudung Abdurachman ini sudah diagendakan lebih duluan sebelum berkunjung ke kementerian-kementerian yang menjadi target Kunjungan Kerja (Kunker) mereka ke Jakarta.
“Kami pengen sebelum kami berkunjung ke kementerian-kementerian lain, kebetulan sudah diatur ada waktu untuk ketemu beliau,” bebernya.
Dia berujar, dalam pertemuan dengan Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, Dudung Abdurachman itu dia menyampaikan tentang kondisi daerah secara umum.
Menurutnya, Pemerintah Pusat (Pempus) pasti ingin memastikan soal stabilitas politik dan keamanan di semua wilayah, sehingga dia menyampaikan soal keterbatasan anggaran, masalah kemiskinan, pengangguran, fasilitas-fasilitas layanan dasar di bidang kesehatan maupun pendidikan yang serba kekurangan.
“Apalagi ditambah dengan efisiensi, itu kan menjadi perhatian. Sebagai penasihat presiden kan beliau bisa meneruskan pesan itu baik ke presiden maupun wakil presiden, atau juga kepada para menteri, sehingga kita memulai langkah ke kementerian itu sudah dengan memastikan kondisi daerah ini memang untuk diperhatikan,” tutupnya. (JS-02)













Discussion about this post