Bula, JENDELASERAM.COM — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Pantai Gumumae Bula pada Selasa (30/12/2025).
Ketua DPD PKS SBT, Husin Rumadan dalam sambutannya mengungkapkan, pelaksanaan kegiatan oleh PKS di Pantai Gumumae Bula ini bukan kali pertama.
Rumadan menyebut, pada 2006 lalu PKS SBT juga melaksanakan Musyawarah Kerja Daerah di pantai yang dikelola Pemerintah Kabupaten (Pemkab) SBT ini.
“Ini bukan yang pertama, pada tahun 2006 PKS melakukan Musyawarah kerja daerah di pantai ini,” ungkap Rumadan.
Ia menjelaskan, alasan utama menjadikan lokasi kegiatan di Pantai Gumumae ini sekaligus melakukan sosialisasi dan promosi kepada publik bahwa di Kota Bula ada satu destinasi wisata yang sedang disiapkan untuk menjadi ikon wisata di daerah ini.
Wakil rakyat asal Kecamatan Werinama ini menambahkan, pelaksanaan kegiatan pada waktu libur ini juga sekaligus mengirimkan pesan kepada masyarakat bahwa di Kota Bula ada tempat yang nyaman dan bisa dipromosikan.
“Kami melakukan itu sekaligus memberikan pesan kepada rakyat SBT bahwa di Kota Bula ada satu tempat wisata yang sedang disiapkan oleh pemerintah daerah dan disiapkan oleh kita semua untuk kemudian itu menjadi ikon wisata kita,” jelasnya.
Dia mengatakan, di tengah kebijakan efisiensi anggaran oleh Pemerintah Pusat (Pempus), daerah diharuskan berkreasi untuk melakukan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ketua Komisi II DPRD SBT ini menuturkan, salah satu sektor yang harus dilirik untuk menopang PAD adalah sektor pariwisata, sehingga Pantai Gumumae menjadi satu dari sekian banyak ikon wisata yang bisa dikebangkan ke depan.
“Pantai Gumumae adalah satu-satunya ikon yang cukup sederhana di Kabupaten Seram Bagian Timur. Semoga ini bisa, dengan momentum ini bisa dikenal ke depan,” katanya.
Politisi yang disapa Kilang ini menilai, dalam perjalanannya, Pantai Gumumae Bula mengalami pasang surut akibat perencanaan yang tidak matang serta tidak memberikan perhatian secara berkala, sehingga perlu ada penekanan dan perhentian khusus.
“Hari ini ruang untuk penegasan. Kita tegaskan bahwa komitmen dalam membangun keseriusan dalam berusaha itu tidak hanya perencanaannya sepanggal-sepanggal, tapi kemudian itu harus secara komprensif dan dapat mengukur kebutuhan dan kemudian perhatian yang serius dari pemerintah dan masyarakat,” tutupnya. (JS-02)













Discussion about this post