Bula, JENDELASERAM.COM — Bupati Seram Bagian Timur (SBT) Fachri Husni Alkatiri menginginkan agar ada banyak investor yang masuk ke SBT untuk berinvestasi.
Alkatiri bahkan membuka ruang bagi PT Spice Islands Maluku (SIM) yang bergerak di pisang abaka ini untuk menanamkan modalnya di daerah yang dipimpin.
Dia mengungkapkan, PT SIM ini telah menanamkan modal sekitar Rp 600 miliar di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), namun banyak problem yang dihadapi sehingga perusahaan ini rupanya akan angkat kaki dari SBB.
Ia mengaku, pasca menerima informasi ini, dia langsung menghubungi Direktur PT SIM ini untuk bertemu di Kota Ambon sekitar dua bulan lalu.
“Begitu saya mendengar pisang abaka akan keluar dari Kabupaten SBB, sementara investasi yang sudah ditaruh di SBB kurang lebih 600 miliar, jadi begitu saya baca di media, investasi pisang abaka di SBB tidak akan lagi, saya dikasih nomor direkturnya pisang abaka, saya telfon, ketemu di Ambon dua bulan lalu,” ungkapnya di Bula, Jumat (21/11/2025)
Dirinya menjelaskan, pisang abaka ini dimanfaatkan seratnya untuk bahan baku kertas uang, sehingga dia menjemput peluang investasi ini untuk kepentingan tenaga kerja dan perekonomian masyarakat.
Saat temui direktur perusahaan ini, dia langsung menawarkan kepadanya bahwa jika PT SIM keluar dari SBB dan ingin mencari tempat baru, SBT membuka pintu untuk berinvestasi.
“Saya bilang ke beliau, SBT siap, kalau bapak ingin keluar dari SBB, lalu ingin mencari tempat baru, saya buka pintu selebar-lebarnya di SBT. Bapak butuh apa saya sediakan, kita atur baik-baik, jaraknya juga dekat,” jelansya.
Mantan Wakil Bupati SBT ini menambahkan, dalam diskusi mereka, ternyata lahan yang dibutuhkan untuk pembibitan seluas 80-100 hektar. Sementara penanaman dibutuhkan lahan sekitar 2.500-5.000 hektar.
Sebagai respon atas ini, dia langsung menghubungi Kepala Dinas Pertanian SBT Sofyan Waraiya untuk menyiapkan lahan bagi perusahaan tersebut.
“Lahan sudah kita punya, InsyaAllah dalam waktu dekat mereka sudah bawa proposalnya, kita lihat kalau menarik, kita sambut dengan baik dan potensi penyerapan tenaga kerja kurang lebih 2000 orang,” tambahnya. (JS-02)












Discussion about this post