Bula, JENDELASERAM.COM — Hasil kebun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kiltufa, Kecamatan Pulau Gorom, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) mulai dipanen perdana pada 5 September 2025.
“BUMDes Negeri Adm Kiltufa melakukan panen perdana hasil pengelolaan program ketahanan pangan yang bersumber dari alokasi 20%. Dana desa T. A 2025 dengan desa tematik sayur hidroponik,” ujar Penjabat (Pj) Kepala Desa Kiltufa, Syarifudin Suwakul dalam keterangan tertulis yang diterima media ini di Bula, Rabu (10/09/2025).
Dia menjelaskan, panen perdana ini hanya pada tanaman kangkung yang ditanam pada sebagian areal lahan BUMDes.
“Hasil panen sayur kangkung ini rencananya hanya akan dibagikan kepada seluruh anggota BUMDes dan ibu-ibu PKK di desa,” jelasnya.
Pihaknya mengaku, pada panen perdana ini turut disaksikan oleh salah satu perangkat desa.
Dalam sela-sela panen perdana itu sambung dia, Pemerintah desa yang diwakili oleh perangkat desa tersebut menyampaikan banyak terimakasih dan apresiasi kepada seluruh anggota BUMDes, ibu-ibu PKK serta para pemuda yang telah berpartisipasi dalam pengelolaan kebun BUMDes tersebut.
“Beliau menyampaikan bahwa hasil panen perdana ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan sayur di dalam desa, tapi lebih dari itu juga sebagai kontribusi nyata terhadap program ketahanan pangan nasional,” akuinya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kiltufa, Kecamatan Gorom Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) sedang menjalankan program ketahanan pangan tahun anggaran 2025.
Program yang menggunakan alokasi 20 persen Dana Desa (DD) ini dilakukan pengembangan desa tematik dengan melakukan budidaya sayur hidroponik sebagai salah satu inovasi untuk menjawab tantangan ketersediaan pangan sehat dan ramah lingkungan di masyarakat.
Penjabat (Pj) Kepala Desa Kiltufa, Syarifudin Suwakul dalam keterangan tertulis yang diterima media ini di Bula, Minggu (31/08/2025) mengatakan, pengembangan hidroponik bukan hanya sekedar program ketahanan pangan.
Dia menjelaskan, kegiatan ini sekaligus sebagai peluang usaha yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga.
“Dengan budidaya modern ini, produksi sayur diharapkan lebih cepat, higienis dan bernilai ekonomi tinggi. Serta mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal maupun di luar desa,” jelasnya.
Pihaknya mengungkapkan, pengelolaan kebun sayur ini melibatkan seluruh anggota BUMDes, pemuda dan para ibu-ibu Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) di tingkat desa.
“Diharapkan manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat di Negeri Administratif KIltufa,” ungkapnya.
Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja pada Dinas Pertanian SBT ini memastikan bahwa program ini akan terus didampingi melalui pelatihan dan pendampingan teknis, agar kualitas dan keberlanjutan usaha dapat terjamin.
Untuk itu, dia berharap, dengan dimulainnya program ini dapat menjadi contoh desa yang berhasil mengelola DD secara tepat sasaran, inovatif dan produktif.
“Kiranya BUMDes bisa menjadi motor penggerak kemajuan ekonomi di desa, sekaligus memperkuat kemandirian pangan masyarakat melalui pengembangan desa tematik sayur berbasis hidroponik,” tutupnya. (JS-02)













Discussion about this post