Bula, JENDELASERAM.COM — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah mulai dijalankan di Kecamatan Teluk Waru, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) pada 31 Oktober 2025 lalu.
Saat ini program yang dijalankan Pemerintah Pusat (Pempus) itu mulai menyasar sekolah-sekolah di Kecamatan Bula.
Koordinator Wilayah (Korwil) MBG Kabupaten SBT Muh. Nasir Angar dalam sambutannya pada kegiatan launching Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bula, Limumir dan Wailola yang digelar di SD 6 Bula pada Senin (12/01/2026) mengatakan, kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) mengeluarkan tiga skema program MBG tersebut.
Angar mengungkapkan, melalui skema dapur mandiri, ada 11 titik SPPG yang terdaftar pada portal mitra BGN. 5 diantaranya yang sudah memiliki surat keputusan kepala BGN yaitu SPPG Bula, Limumir, Wailola, Desa Waru dan Desa Geser.
“Di Kabupaten SBT kita memiliki 11 titik yang terdaftar pada portal Mitra Badan Giji Nasional. Lima diantaranya yang sudah memiliki surat keputusan Kepala Badan Giji Nasional. Tiga diantaranya adalah di Kecamatan Bula, alamatnya di Limumir, Wailola dan di Lumba-Lumba. Satu di Teluk Waru dan satu di Seram Timur,” ungkapnya.
Dirinya membeberkan, pada Oktober 2025 lalu telah diaktifkan SPPG di Kecamatan Teluk Waru yang menyasar 1.364 pelajar di kecamatan tersebut.
Dia mengaku, program ini mendapat dukungan dari masyarakat setempat, sehingga capaian program ini sangat luar biasa.
“Alhamdulillah kurang lebih tiga bulan yang lalu, salah satu SPPG yang sudah beroperasional menjangkau 1.364 penerima manfaat di Teluk Waru. Mulai beroperasional di bulan Oktober, Alhamdulillah kurang lebih tiga bulan ini berjalan dengan baik,” bebernya.
Pihaknya menuturkan, yang hari ini resmi dilaunching oleh Wakil Bupati SBT M. Miftah Thoha R. Wattimena adalah SPPB Bula, Limumir dan Wailola.
Sementara enam titik lainnya yang tersebar di Kecamatan Bula Barat, Kiandarat, Pulau Gorom, Gorom Timur dan Siwalalat masih dalam tahap proses pembangunan dan menyiapkan sarana prasarana yang ada di dapur atau SPPG.
“Hari ini rasa syukur kita telah launching program MBG untuk menjangkau anak-anak sekolah di Kecamatan Bula. Selanjutnya, enam titik lagi yang masih status persiapan,” tuturnya.
Untuk skema APBN sambung dia, akan dibangun tiga titik yang tersebar di Kecamatan Tutuk Tolu, Kecamatan Siritaun Wira Timur dan Kecamatan Wirinama.
Sementara untuk skema terpencil, BGN memberikan ruang kepada para investor untuk akan membuka sebanyak 59 di titik yang difokuskan pada wilayah-wilayah terpencil.
“Itu artinya, InsyaAllah dalam tahun 2026 ini tidak ada halangan SPPG Terpencil, semua bisa dijangkau generasi anak-anak kita yang ada di daerah-daerah pelosok,” sambungnya. (JS-01)












Discussion about this post