Bula, JENDELASERAM.COM — Anggota DPRD Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Abdul Azis Yanlua mendorong agar rute KM Cantika dan KM Fajar sampai ke Kecamatan Kesuy dan Teor.
Pasalnya, selama ini rute pelayaran kedua kapal milik pihak swasta itu hanya sampai di Pelabuhan Ondor, Kecamatan Pulau Gorom.
“Kemarin saya dengarkan banyak hal yang dicakapkan soal dua kapal yang ketika berlayar di SBT itu hanya batasanya sampai di Gorom, tidak sampai di Kesuy, tidak sampai ke Teor. Yaitu kapal Fajar dan Cantika,” ungkap Yanlua dalam rapat rapat paripurna penyampaian nota pengantar bupati terhadap rancangan peraturan daerah APBD SBT tahun anggaran 2026 yang digelar di ruang rapat paripurna DPRD SBT pada Jumat (12/12/2025) malam.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan SBT ini membeberkan, setelah menelusuri, ternyata problemnya ada pada subsidi daerah.
“Ketika kita berdiskusi dan bertanya-tanya, ternyata problemnya soal subsidi daerah,” bebernya.
Dia mengatakan, selama ini Pemerintah Daerah (Pemda) SBT memberikan subsidi kepada maskapai penerbangan Trigana Air yang melayani Ambon-Kufar dan sebaliknya.
Menurutnya, anggaran yang dikeluarkan ke Trigana Air ini hanya dinikmati kalangan ekonomi menengah ke atas.
“Selama ini Pemerintah Daerah bersubsidi kepada Trigana, sementara Trigana ini hanya angkutan yang terbatas, bisa memuat kelompok-kelompok menengah ke atas. Anggota DPRD, kepala dinas, pak bupati dan kita semua, kontraktor dan pengusaha. Sementara yang paling bawah tidak mungkin dan saya yakin dan percaya jarang sekali naik pesawat. Tetapi kita bersubsidi ke pesawat Trigana,” katanya.
Ketua Komisi A DPRD SBT ini menuturkan, jika Pemda bisa memberikan subsidi ke pesawat, maka kedua kapal ini harus diberikan subsidi, sehingga bisa melayani masyarakat hingga ke Kecamatan Kesuy dan Teor.
“Kalau subsidi ke pesawat untuk kelompok menengah ke atas saja bisa, apalagi kepentingan di bawah. Karena itu Cantika dan Fajar itu sudah harus disubsidikan oleh Pemda, supaya mempermudah masyarakat yang ada di Pulau Kesuy, Pulau Teor dan Pulau Gorom dan sekitarnya,” tutupnya. (JS-02)













Discussion about this post