Bula, JENDELASERAM.COM — Wakil Bupati Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Muhammad Miftah Thoha R. Wattimena kembali melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di sejumlah kantor pada Kamis (06/03/2025) siang.
Wakil Bupati SBT Muhammad Miftah Thoha R. Wattimena saat dihubungi media ini mengungkapkan, Sidak yang dilakukan dirinya pada hari kedua ini menyasar Puskesmas Bula, Kesbangpol, Pendidikan, Kesehatan, Pemdes dan Damkar.
“Tadi Sidak hari kedua di Puskesmas Bula, Kesbangpol, Pendidikan, Kesehatan, Pemdes dan Damkar,” ungkapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Wakil Bupati Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Muhammad Miftah Thoha R. Wattimena melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di sejumlah kantor di Lingkungan Pemerintah (Lingkup) Kabupaten SBT pada Selasa 4 Maret 2025.
Wakil Bupati SBT Muhammad Miftah Thoha R. Wattimena kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (06/03/2025) mengungkapkan, dalam kapasitasnya sebagai Wakil Bupati yang memiliki salah satu tugas melakukan pengawasan dan kedisiplinan pegawai itu dia memutuskan untuk melakukan Sidak pada hari kedua berkantor.
“Kemarin (Selasa) di hari kedua masik kantor, saya putuskan untuk langsung Sidak untuk mencari tahu kita punya permasalahan yang sedang terjadi sekarang ini. Kemarin saya Sidak itu pertama di Sekretariat Daerah, abis itu kita lanjut ke Satpol PP, Capil, RSUD dan Lingkungan Hidup,” ungkapnya.
Dia mengaku, Sidak ini untuk mengecek kedisiplinan pegawai saat masuk kantor. Hasilnya, dia menemukan ada pegawai yang tidak pernah berkantor lebih dari setahun.
Terkait hal ini, ke depan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) SBT akan mengaktifkan kembali majelis kode etik untuk segera disidangkan para pegawai yang tidak disiplin.
“Saya ingin cari tahu adakah pegawai-pegawai yang tidak masuk kantor lebih dari seminggu atau dua minggu. Ternayata bahkan ada yang sudah bertahun-tahun tidak masuk kantor,” akuinya.
Ia berujar, dalam Sidak itu, dia juga menemukan sejumlah permasalahan lain, diantaranya ada kekosongan jabatan pada beberapa instansi, sehingga dia langsung berkoordinasi dengan BKPSDM setempat untuk diisi.
Selain itu, dia menemukan pelayanan di RSUD Bula belum maksimal, termasuk kekurangan dokter spesialis.
“Bahkan juga terdapat ada beberapa hal, misalnya ada kekosongan struktur organisasi, kekosongan bidang di beberapa dinas-dinas yang memang diskomunikasi juga. Insya Allah saya sudah berkoordinasi dengan BKD agar sesegera mungkin diisi kembali. Kemudian terkait dengan pelayanan di RSUD, masih ada kekurangan yang harus diperbaiki dan diperhatikan oleh pemerintah daerah,” ujarnya. (JS-01)













Discussion about this post