Bula, JENDELASERAM.COM — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dan advokasi Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG).
Kegiatan yang dipusatkan di Lantai III Hotel Surya Kota Bula pada Jumat (05/06/2026) itu dibuka secara resmi oleh Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) SBT Ramli Kilwarany.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes SBT Punira Kilwalaga menuturkan, kesehatan adalah pilar utama kemajuan suatu bangsa.
Kendati demikian kata dia, selama ini, sistem kesehatan kita cenderung berfokus pada pendekatan kuratif, yaitu mengobati penyakit setelah timbul gejala.
Padahal, secara data epidemiologi global dan nasional menunjukkan bahwa beban Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung dan kanker terus meningkat. Bahkan seringkali terdeteksi pada stadion lanjut.
“Biasanya, kalau ada yang sakit, ada keluhan, baru kita berkunjung atau kita melakukan pemeriksaan. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kualitas hidup individu, tetapi juga membebani sistem pembiayaan kesehatan nasional secara signifikan,” tutur Kilwalaga.
Kilwalaga membeberkan, menyikapi tantangan itu, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan telah menginisiasi sebuah transformasi fundamental dalam paradigma kesehatan dengan bergeser menuju penguatan upaya promotif dan preventif.
Dia mengaku, transformasi ini diamanatkan dalam Undang-Undang 2017 tahun 2023 tentang kesehatan sebagai payung hukum yang kokoh, serta diperkuat dengan kebijakan strategi program Quick Win President 2025, yaitu program PKG.
“Ini merupakan sebuah manifestasi nyata dari komitmen tersebut. Program ini diluncurkan secara masif pada 10 Februari 2025, dengan target ambisius untuk menjangkau 280 juta warga Indonesia. Ini adalah sebuah langkah revolusioner yang bertujuan untuk melakukan deteksi terhadap berbagai risiko dan masalah kesehatan,” bebernya.
Sekretaris Dinkes SBT ini menegaskan bahwa keberhasilan program PKG ini sangat bergantung pada sinergi dan kolaborasi dari semua pihak di daerah ini.
Dirinya berujar, Puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan primer, klinik-klinik mitra PPJS, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat memiliki peran yang tak tergantikan.
Karena itu, rapat koordinasi dan advokasi ini adalah momentum krusial untuk menyemakan persepsi, menyelaraskan langkah dan mengatasi berbagai tantangan yang muncul di lapangan.
“Target PKG ini ada kelompok-kelompoknya dan kelompok terbesar itu bisa kita katakan adalah pada anak usia sekolah, mulai dari umur 1-6 tahun, kemudian 7-17 tahun, itu ada di sana,” ujarnya (JS-01)













Discussion about this post