Bula, JENDELASERAM.COM — Tantangan geografis di wilayah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) memiliki tantangan geografis yang cukup besar.
Hal itu diakui Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) SBT Ramli Kilwarany saat membuka kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) dan advokasi Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di Lantai III Hotel Surya Bula pada jumat (05/06/2026).
Alkatiri mengungkapkan, dengan kondisi geografis ini, keberhasilan program PKG ini membutuhkan kerjasama, koordinasi dan sinergi, sehingga dia meminta dukungan semua pihak untuk mendukung program tersebut.
“Keberhasilan program ini membutuhkan kerja sama, koordinasi dan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta seluruh pemangku kepentingan lainnya,” ungkap Alkatiri
Dia mengatakan, kesehatan merupakan hak asasi manusia sekaligus investasi strategis bagi pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.
Hal tersebut sambung dia, sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan visi Indonesia emas 2045 sebagai bangsa yang maju dan berdaya saing global.
“Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten SBT memberikan perhatian yang sangat besar terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui berbagai program dan layanan kesehatan yang merata, berkualitas, serta mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat,” katanya.
Dirinya berujar, pelaksanaan program PKG ini merupakan salah satu langkah strategis yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini berbagai penyakit, baik penyakit menular maupun penyakit tidak menular.
“Program ini tidak hanya berorientasi pada pengobatan (kuratif), tetapi juga pada upaya promotif dan preventif guna mencegah munculnya risiko penyakit yang lebih serius di kemudian hari,” ujarnya.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyadari bahwa tidak semua lapisan masyarakat memiliki akses atau kesempatan yang sama untuk mendapatkan layanan kesehatan secara rutin.
Untuk itu, melalui kegiatan ini, Pemkab SBT berkomitmen penuh untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan gratis ini di wilayah Kabupaten SBT.
“Fokus utama adalah memastikan bahwa masyarakat yang berada di wilayah terpencil dan jauh dari pusat kota, dapat merasakan manfaat pelayanan ini secara utuh dan merata,” ucapnya.
Mantan Wakil Bupati SBT ini mengajak seluruh Tenaga Kesehatan (Nakes) untuk terus memberikan pelayanan yang profesional, humanis dan berkualitas kepada masyarakat.
Ia juga saya berharap agar para tokoh masyarakat dan stakeholder terkait dapat menjadi mitra pemerintah dalam memberikan edukasi dan mengajak masyarakat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis ini.
Pasalnya, keberhasilan program kesehatan bukan hanya menjadi tanggungjawab sektor kesehatan semata, melainkan menjadi tanggungjawab bersama.
Menurutnya, dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, dia sangat yakin Pemda SBT mampu mewujudkan masyarakat SBT yang sehat, cerdas, sejahtera dan berbudi luhur.
“Sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten SBT, peningkatan kualitas kesehatan harus masyarakat menjadi prioritas bersama. Sebab, masyarakat yang sehat merupakan modal utama dalam mendorong kemajuan daerah dan meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan,” tutupnya (JS-01)












Discussion about this post