Bula, JENDELASERAM.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seram Bagian Timur (SBT) telah mengalokasikan anggaran ke SD Negeri 8 Kilmuri pada APBD 2025 kemarin untuk meningkatkan fasilitas pendidikan di sekolah itu.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) SBT Rosna Sehwaky mengungkapkan, pembangunan satu bangunan ruang kelas baru pada SD Negeri 8 Kilmuri itu sebagai wujud nyata dari realisasi visi daerah pada SBT Cerdas.
“Tahun 2025, Pemda melalui Dinas Pendidikan bidang sarana dan prasarana telah mengintervensi satu bangunan ruang kelas baru di SD Negeri 8 Kilmuri sebagai wujud nyata realisasi visi dan misi daerah, yakni cerdas dan berbudi luhur,” ucap Sehwaky usai mengikuti upacara peringatan Hardiknas di SD Negeri 6 Bula pada Sabtu (02/05/2026).
Sehawaky mengungkapkan, pada 25 April 2026 lalu, dia bersama dengan tim sekretariat presiden Republik Indonesia mengunjungi SD 8 Kilmuri di Desa Undur maupun gedung filial di Dusun Wolok yang sempat viral.
Dirinya menegaskan bahwa gedung SD Negeri 8 Kilmuri yang terletak di Desa Undur itu masih dalam kondisi layak dan masih dapat digunakan untuk proses belajar mengajar.
“SD Negeri 8 Kecamatan Kilmuri yang berada di Desa Undur masih dalam kondisi layak dan masih dapat digunakan untuk proses belajar mengajar,” ungkapnya.
Mantan Ketua Bawaslu SBT ini menuturkan, terkait dengan postingan salah satu guru PPPK Paruh Waktu bernama Nana lewat akun facebooknya beberapa waktu lalu yang sengaja dipolitisir pihak tertentu itu hanya kelas filial atau rumah singgah bagi siswa-siswi yang tidak bisa ke sekolah yang berada di Desa Undur lantaran kendala sungai yang belum ada jembatan.
“Bangunan yang viral itu rumah singgah yang dibuat untuk alternatif saat cuaca ekstrim atau hujan lebat dan anak-anak tidak bisa menyebrangi sungai karena tidak adanya jembatan penghubung antara Dusun Wolok dan Desa Undur,” tuturnya.
Dia berujar, berdasarkan hasil penelusuran mereka, total siswa-siswi yang beralamat di Dusun Wolok, tertidiri dari 22 orang pelajar kelas 1-6 dan 40 orang anak usia PAUD yang diikutkan bersekolah pada SD Negeri 8 Kilmuri karena belum ada bangunan PAUD di Dusun Wolok.
Untuk itu, sebagai respon atas permasalahan ini, Dikbudpora SBT sambung dia akan mendorong untuk dapat direalisasikan bangunan TK/PAUD di Dusun Wolok.
Selain itu, Pemda SBT akan terus mendorong pembangunan jembatan pada dua sungai yang selama ini menjadi kendala akses kepada fasilitas pendidikan dari Dusun Wolok ke Desa Undur.
“Tentu ini menjadi perhatian Dinas Pendidikan agar terus mendorong sarana dan prasarana yang layak untuk seluruh satuan pendidikan di wilayah SBT. Semoga BPJN Maluku juga melihat masalah ini secara bersama-sama, sehingga ada jembatan yang bisa dibangun di wilayah itu,” ujarnya (JS-02)













Discussion about this post