Bula, JENDELASERAM.COM — Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) mulai menyentuh keluarga berisiko stunting dengan bantuan non nutrisi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas P2KB SBT Wardah Rumadan kepada wartawan di Bula pada selasa (12/05/2026) menuturkan, dinas yang dipimpin itu sudah menjalankan program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) sejak januari 2026.
Rumadan mengaku, sebelum melakukan aksi di lapangan, mereka terlebih dahulu melaksanakan sosialisasi program tersebut pada desember 2025 lalu.
“Program kami ini sudah jalan dari bulan Januari, disosialisasi pada bulan Desember 2025,” tuturnya.
Dia mengungkapkan, selama ini mereka bersama orang tua asuh dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hanya memberikan bantuan nutrisi kepada keluarga berisiko stunting.
Hanya saja kata dia, pada beberapa hari lalu, mereka menerima laporan terkait salah satu keluarga berisiko stunting di Desa Waisamet, Kecamatan Bula Barat membutuhkan nutrisi dan non nutrisi, sehingga mereka bersama-sama dengan Inspektorat dan PTSP turun ke lokasi menyerahkan bantuan non nutrisi.
“Kami langsung turun ke sana, ternyata betul, kalau kami fokus pada nutrisinya, sementara lingkungannya juga tidak sehat, dia tidak akan sembuh. Makanya kami melakukan koordinasi juga ke provinsi dan ada beberapa dinas punya genting kemarin yaitu inspektorat dan PTSP juga dari kami untuk diberikan dalam bentuk non nutrisi,” ungkapnya.
Dirinya menambahkan, bantuan non nutrisi yang diberikan itu dalam bentuk pembelanjaan pasir, kayu, triplex, semen dan sprimbed itu untuk memperbaiki kondisi rumah keluarga berisiko stunting.
Pihaknya menandaskan, dalam kesempatan yang turut dihadiri camat dan kepala desa itu, mereka telah meminta partisipasi pemerintah kecamatan dan desa untuk bersama-sama dengan masyarakat melakukan swadaya dalam membangun rumah tersebut.
“Kami tidak berikan uang, tapi langsung dibeli bahannya, beli pasir, kayu, triplex, sprinbed dan juga beli semen. Nanti di desa yang keluar lewat swadaya masyarakat,” katanya (JS-02)













Discussion about this post