Bula, JENDELASERAM.COM — Progres investasi pisang abaka di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) oleh PT. Spice Islands Maluku (SIM) hampir tuntas.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian SBT Sofyan Waraiya di Bula pada Selasa (28/04/2026) mengatakan, setelah PT SIM melakukan survei dan dilanjutkan dengan pertemuan bersama tokoh adat dan masyarakat di Negeri Hote dan Silohan, Kecamatan Bula Barat pada beberapa waktu lalu.
Waraiya mengungkapkan, saat ini mereka telah mendapatkan informasi dari pihak PT. SIM bahwa pihak perusahaan telah melakukan Peta polygon terkait lahan seluas 3.185 hektar di kawasan yang menjadi lokasi investasi.
“Hari ini (selasa) kami mendapatkan kabar bahwa mereka telah melakukan peta poligon dan luas areal yang diarsir itu kurang lebih 3.185 hektare, dimana dari 3.185 hektar itu terjadi dari 2.544 hektare adalah lahan adat Negeri Hote, lalu 640 hektar itu menjadi lahan milik masyarakat atau petani yang ada di Desa Hote dan Desa Silohan, yang sudah bersertifikat,” ungkapnya.
Dia menuturkan, sebelum investasi ini dilakukan, PT SIM masih meminta dukungan dan jaminan dari Pemkab SBT.
Untuk itu, sebagai tindaklanjut dari permintaan ini, Pemkab SBT akan melakukan pertemuan bersama pemerintah desa, tokoh adat dan masyarakat Hote dan Silohan guna membuat kesepakatan terkait dukungan kepada PT SIM.
“Jika persyaratan-persyaratan ini sudah terpenuhi, maka tentu mereka sudah mulai bisa melakukan aksi untuk pengembangan Pisang Abaka di Kabupaten SBT,” tuturnya.
Dirinya menambahkan, pada pertemuan awal, masyarakat, pemerintah negeri dan pihak perusahaan telah membicarakan konpensasi lahan disertai besaran angka yang akan dibayarkan.
“Tentu ada kompensasi, itu sudah dibicarakan sebelumnya dengan masyarakat. Masyarakat sudah tahu angka-angkanya bila mana mereka punya lahan yang nanti akan diberikan kepada perusahaan,” tutupnya (JS-02)













Discussion about this post