Bula, JENDELASERAM.COM — Pemerintah Pusat (Pempus) melalui Kementerian Perumahan menjatahi 94 unit rumah kepada masyarakat kategori tidak mampu di Desa Bula, Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).
Penjabat (Pj) Kepala Desa Bula Hanafi Kilbaren kepada wartawan di Bula pada senin (18/05/2026) menyampaikan terimakasih kepada pemerintah pusat lewat Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Maluku yang telah memberikan bantuan perumahan pembangunan rumah.
Kilbaren mengungkapkan, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) ini sangat membantu masyarakat di wilayah yang dipimpin itu.
“Saya sebagai Kepala Desa, saya sangat berterimakasih dan bersyukur, karena memang kita punya masyarakat yang tidak mampu ini mereka merasa paling terbantukan dan memang sangat bermanfaat,” ungkap Kilbaren.
Dia menuturkan, sebelum program ini digulirkan, BPPW Maluku terlebih dahulu melakukan survei terhadap rumah-rumah masyarakat di Desa Bula yang dianggap tidak layak.
Dalam survei ini sambung dia, pihak desa ikut mendampingi tim dalam tiga kali survei yang dilakukan.
“Yang survei itu dari balai sendiri, didamping oleh desa. Ada tiga kali survei,” tuturnya.
Dirinya mengaku, setelah tahapan survei, tim yang ditugaskan BPPW Maluku melakukan verifikasi kelayakan menjadi penerima manfaat program tersebut dengan memperhatikan syarat-syarat, terutama desil sebagai pengelompokan tingkat kesejahteraan ekonomi.
“Kriteria yang memang paling penting itu desil yang memang menjadi syarat dari kementerian dan balai, itu desil empat, tiga, dua, sampai satu. Sedangkan yang desil lima dan enam tidak masuk,” akuinya.
Ia membeberkan, berdasarkan fakta dalam survei lapangan yang ditemukan, ada rumah warga yang kategori tidak layak, namun saat diverifikasi, mereka tidak termasuk dalam desil satu sampai empat.
Untuk itu, dia berharap ke depn nanti program pemerintah untuk pembangunan rumah layak huni dapat memperhatikan rumah-rumah warga di Desa Bula yang belum terakomodir.
“Kondisi rumahnya tidak layak, namun dia tidak masuk dalam desil tersebut. Kalau kita lihat di lapangan, masih banyak rumah tidak layak, semoga ada bantuan perumahan ke depan, mereka bisa menjadi penerima,” tutupnya (JS-02)











Discussion about this post