Bula, JENDELASERAM.COM — Jumlah dokter spesialis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) terus bertambah.
Direktur RSUD Bula dr. Deny Suryana mengungkapkan bahwa saat ini terdapat penambahan satu orang dokter spesialis penyakit dalam.
“Terdapat penambahan 1 dokter spesialis penyakit dalam,” ungkapnya di Bula pada Senin (06/04/2026).
Dirinya membeberkan, saat ini RSUD Bula telah memiliki sebanyak 12 orang dokter sepesialis, yang terdiri dari 9 orang dokter spesialis ASN dan 3 orang dokter spesialis non-ASN yang aktif memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Saat ini RSUD Bula telah memiliki 9 dokter spesialis ASN dan 3 dokter spesialis non-ASN yang aktif memberikan pelayanan kepada masyarakat,” bebernya.
Dia menuturkan, dalam rangka mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten SBT, RSUD Bula terus melakukan berbagai upaya strategis, khususnya dalam pemenuhan tenaga dokter spesialis dan pengembangan rumah sakit.
Pihaknya menambahkan, pada tahun 2026 ini RSUD Bula direncanakan akan mendapatkan tambahan tenaga dokter spesialis, yaitu spesialis anak, spesialis mata dan spesialis paru, yang saat ini sedang menyelesaikan pendidikan dokter spesialis dan akan kembali bertugas secara bertahap.
“Dengan adanya penambahan tersebut, jumlah dokter spesialis di RSUD Bula diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 15 dokter spesialis, yang terdiri dari 12 dokter spesialis ASN dan 3 non-ASN,” tuturnya.
Dokter patologi klinik ini mengatakan bahwa penguatan pelayanan ini merupakan bagian dari implementasi visi dan misi Kepala Daerah, di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri-M. Miftah Thoha R. Wattimena, yang berkomitmen untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, merata dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat.
Selain itu, RSUD Bula juga terus berbenah dalam aspek pengembangan institusi dengan mengarah pada rumah sakit pendidikan. Di mana, saat ini RSUD Bula sedang menjajaki kerja sama dengan Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon untuk menjadi wahana praktik bagi dokter muda (koas).
“Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan medis, tetapi juga memperkuat peran RSUD Bula sebagai pusat pembelajaran dan pengembangan sumber daya manusia kesehatan di daerah,” katanya. (JS-01)












Discussion about this post