Bula, JENDELASERAM.COM — Sebanyak lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sudah beroperasi di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan SBT Nofel Alkatiri di Bula, Selasa (03/02/2026) mengungkapkan, lima SPPG itu tersebar pada Kecamatan Teluk Waru, Bula dan Seram Timur.
Alkatiri merincikan, di Kecamatan Teluk Waru terdapat satu SPPG di Desa Waru, di Kecamatan Bula ada tiga yakni SPPG Wailola, Limumir dan Bula. Sementara di Kecamatan Seram Timur terdapat satu SPPG di Desa Geser.
“Alhamdulillah SPPG di SBT sudah jalan ada lima. Di Kota Bula sendiri ada di Limumir, ada di Wailola, dan ada di Bula. Ada tiga dapur. Kemudian ada satu di Waru dan satu lagi di Geser,” ungkap Alkatiri.
Dia menjelaskan, lima SPPG ini mulai beroperasi dengan jumlah penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis di atas angka seribu orang lebih, sehingga total penerima manfaat program MBG ini sudah mencapai 6.233 orang pelajar.
Untuk sekolah-sekolah yang belum menerima manfaat program dari Presiden Prabowo Subianto ini akan disesuaikan pada tahap berikut dengan peningkatan jumlah penerima dan penambahan dapur SPPG.
“Tiga dapur di Bula ini mainnya di atas seribu, termasuk dengan Geser. Kalau Waru sudah lumayan banyak. Beberapa sekolah yang belum jangkaun nanti insya Allah di tahap berikut, karena uji coba itu mainnya di angka seribu.
Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) MBG SBT ini membeberkan, untuk SPPG lainnya masih dalam tahap proses penyiapan.
Kendati demikian, dari SPPG kategori wilayah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) yang berjumlah 59 titik ini ada sebagian yang mengalami kendala akibat investor tidak mampu menangani pembangunan dapur.
“Untuk daerah lain semua lagi proses, terutama di SPPG 3T yang kita punya 59 titik. Sekarang semua lagi progres, ada beberapa yang terhambat karena investornya yang tidak mampu. Kita rollback balik kembali buat nanti diganti dengan investor baru,” bebernya.
Ia mengaku, perkembangan pada beberapa titik ada progres dan siap untuk dinilai oleh Badan Gizi Nasional (BGN) pusat untuk selanjutkan diaktifkan untuk beroperasi.
“Untuk sementara yang investor-investor yang memang bekerja giat, alhamdulillah sudah ada progres dan siap untuk dinilai dari tim BGN di pusat. Nanti ada tim BGN turun, bernilaian baru ada proses selanjutnya untuk diaktifkan,” akuinya. (JS-02)













Discussion about this post