Bula, JENDELASERAM.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seram Bagian Timur (SBT) tengah menyiapkan kegiatan untuk memeriahkan satu tahun pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) SBT Fachri Husni Alkatiri-M. Miftah Thoha R. Wattimena.
Ketua Panitia Pelaksana, Sidik Rumalowak kepada wartawan di Bula, Rabu (04/02/2026) mengatakan, selaku panitia pelaksana, dia dan rekan-rekannya menganggap ini sebagai sebuah tanggungjawab yang diberikan oleh Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri.
Menurutnya, kegiatan refleksi satu tahun pemerintahan ini menjadi hal baru di SBT, sebab pada beberapa periodesasi pemerintahan sebelumnya tidak pernah diselenggarakan.
“Kami dari panitia merasa bahwa menjadi sebuah tanggungjawab moral yang diamanahkan pak bupati kepada kami sebagai ASN. Karena ini semacam sesuatu hal yang terbaru, selama ini ada kepala-kepala daerah yang melaksanakan refleksi satu tahun ini kan jarang,” kata Rumalowak.
Rumalowak menuturkan, dalam refleksi satu tahun pemerintahan Fachri-Vitho ini, bupati dan wakil bupati akan menyampaikan progres pelaksanaan pelayanan pemerintahan selama satu tahun di masa keperluan mereka.
Tentu sambung dia, dalam satu tahun pemerintahan ini pasti ada kekurangan dan kelebihan, namun akan menampung saran dan keluhan masyarakat melalui kegiatan ‘Open Mic’.
“Kami akan membuat dalam bentuk yang namanya kegiatan open mic. Itu bisa diberikan di beberapa titik yang bisa memberikan saran masukan kepada pemerintah, yang penting bersifatnya konstruktif. Dan disitu yang nanti beliau akan melihat mana-mana yang menjadi penting dan nanti beliau bisa menjawab secara langsung pada saat itu,” tuturnya.
Dia mengungkapkan, ada sejumlah kegiatan yang sedang disiapkan untuk dilaksanakan secara rentetan pada refleksi satu tahun pemerintahan yang berlangsung pada 20 Februari 2026 mendatang.
Selain itu, pada lokasi kegiatan yang dipusatkan di Pantai Wailola ini bakal didesain sebagai kampung Ramadhan dengan mengarahkan semua penjual takjil ke kawasan tersebut.
“Suasana religinya itu berpusat di pantai Wailola itu, yang kami akan desain sebagaimana mungkin. Hiasan-hiasan lampu maupun yang lain dan di sana lebih menarik lagi ada kesiapan meja takjil sekitar 100 sampai 150 meja lah yang kami siapkan disana. Karena itu kami sediakan buat ibu-ibu penjual takzil itu secara gratis,” ungkapnya. (JS-03)













Discussion about this post