Bula, JENDELASERAM.COM — Pokja 4 Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menjenguk pasien gizi buruk di RSUD Bula pada Jumat (17/04/2026) sore.
Kehadiran Staf Ahli TP-PKK SBT Hj. Erma Rasyid bersama anggota Pokja 4 TP-PKK SBT Indrawati Umasangadji, Deni Agus Panca Susanti dan Jubaeda Mau itu sekaligus menyerahkan bantuan dan santunan dari Ketua TP-PKK SBT Ika Fachri Alkatiri.
Anggota Pokja 4 Deni Agus Panca Susanti kepada wartawan mengatakan, kehadiran mereka untuk menjenguk pasien gizi buruk ini merupakan program simpatik yang selama ini dijalankan oleh TP-PKK SBT.
“Ini program simpatik dari Ibu Bupati yang dalam hal ini diwakili oleh Ibu Sekda. Dalam hal ini PKK sebetulnya bukan ingin ikut campur, tetapi ini program simpatik, dimana kita mensupport masyarakat yang menjadi penderita gizi buruk,” katanya.
Dia menuturkan, selama ini Dinas Kesehatan SBT suudah maksimal turun ke lapangan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui Cek Kesehatan Gratis (CKG) maupun Posyandu.
Kendati demikian sambung dia, jika ada kasus gizi buruk seperti ini, TP-PKK SBT hadir memberikan suport kepada keluarga pasien agar kasus semacam ini dapat dicegah agar tidak terjadi lagi.
“Dinas Kesehatan itu sudah sangat all out untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui CKG maupun posyandu. Tetapi apabila ada kasus-kasus seperti ini, dari keluarga besar PKK Kabupaten memberikan support, terutama kepada keluarga besar ya, agar kasus-kasus seperti ini dapat dicegah dan tidak terjadi kembali,” tuturnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Dua pasien gizi buruk sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).
Direktur RSUD Bula dr. Deny Suryana kepada wartawan di Bula, Jumat (17/04/2026) menuturkan, dua pasien ini datang ke RSUD Bula pada hari berbeda.
Dirinya mengungkapkan, pasien atas nama Nadia Voth (3,7) ini sudah dua hari di RSUD Bula. Sementara pasien atas nama Nazeil (1,9) ini baru datang Kamis kemarin.
“Untuk pasien ini datangnya beda hari. Pasien atas nama Nadia itu sudah dua hari. Kalau pasien Nazeil baru kemarin diterima,” tuturnya.
Dia mengatakan, dua pesien ini datang ke RSUD Bula bukan karena gizi buruk, namun mereka datang dengan keluhan lain.
Setelah diperiksa, ternyata keduanya terindikasi ke gizi buruk, sehingga pihak RSUD Bula melakukan perawatan terhadap mereka sembari melaporkan ke Dinas Kesehatan dan pihak terkait.
“Pasien ini memang nggak sengaja terjaring oleh RSUD Bula, dalam artian pasien berobat. Kalau yang pasien Nadia ini, dia berobatnya karena dia batuk pilek. Kita lakukan pemeriksaan, ketahuan bahwa pasiennya ada mengarah ke giji buruk, sehingga kami lakukan perawatan. (0:55) Dan yang Naziel pun sama. Pasien mau berobat ke sini dengan diare, ternyata saat kita terlisik, berat badannya kurang,” katanya.
Pihaknya mengaku, keluhan pasien saat datang sudah membaik, saat ini mereka masih dirawat karena gizi buruknya sembari dikaji penyebabnya.
“Tetapi RSUD juga sedang mengkaji, ini penyebabnya apa gizi kurangnya. Apakah ada penyakit lain penyerta, atau ini pungaruh dari giji buruk. Sementara kita sedang evaluasi,” akuinya. (JS-02)












Discussion about this post