Bula, JENDELASERAM.COM — Gedung SD filial di Kecamatan Kilmuri, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Provinsi Maluku viral sampai ke Pemerintah Pusat (Pempus).
Meskipun sudah sampai ke Pempus, Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) setempat masih tetap diam tanpa memberi penjelasan terkait bangunan tersebut.
Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri dalam sambutannya saat membuka Olimpiade Bintang Sekolah di Aula Pendopo SBT pada Rabu (22/04/2026) pagi mengungkapkan, saat dalam perjalanan ke Kantor Bupati pada pagi tadi, dia menerima telepon dari seseorang di Jakarta terkait berita bangunan SD filial di Kecamatan Kilmuri yang dibangun menggunakan gaba-gaba dan atap rumbia.
“Tadi keluar, saya nggak tahu kalau harus buka acara, saya ke ruangan dulu. Masih dalam perjalanan, saya sudah ditelepon dari seseorang dari Jakarta, bilang bupati, ini berita tentang sekolah di Kilmuri yang gaba-gaba ini viral sekali, ramai,” ungkap Alkatiri.
Alkatiri menjelaskan, gedung SD yang viral itu sebetulnya kelas filial yang bibangun sementara untuk siswa-siswi yang terkendala menuju SD 8 Kilmuri yang berlokasi di Undur.
Kendati demikian, dia menyadari konsekuensi dari penggunaan sosial media yang seakan-akan Pemkab SBT tidak memperdulikan pendidikan di daerah ini.
“Itu ternyata cuma kelas filial. Dia ini cuma tambahan sementara karena ada banjir yang menghambat anak-anak pergi ke SD seberang di Undur. Tapi begitulah konsekuensi sosial media, kalau sosmed diolah dengan dahsyat, orang pikir ini berarti SBT ini sudah hancur lebur, tidak ada lagi pendidikan. Itu cuma kelas jauh, lagian dibuatnya cuma sementara, begitu mereka sudah bisa lewati lagi 2 kali itu, mereka sudah bisa sekolah seperti biasa,” jelasnya.
Dia membeberkan, akibat dari propaganda di Sosmed ini, pada Selasa kemarin dia mendapatkan informasi bahwa ada reaksi langaung dari Kantor Staf Kepresidenan di Jakarta tentang bangunan SD filial itu.
Untuk itu, dia dengan tegas meminta kepada Kepala Dikbudpora SBT Afiudin Rumakway untuk memberikan penjelasan sebenarnya terkait bangunan SD tersebut agar publik tidak lagi dibingunkan dengan informasi yang tidak benar.
“Bayangkan, saya kemarin dapat kabar, ini ada reaksi langsung dari kantor staf kepresidenan tentang masalah itu. Tapi itulah risiko dari sosial media, kita tidak bisa hindari, yang bisa kita lakukan adalah Kepala Dinas segera memberikan penjelasan yang clear tentang masalah itu, supaya juga publik jadi mengerti masalah dengan sebenarnya,” pintanya.
Sementara itu, Kepala Dikbudpora SBT Afiudin Rumakway yang dihubungi terkait tindaklanjut dari perintah Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri terkait hal itu tidak memberikan respon apa-apa.
Pesan WhatsApp yang dikirim redaksi media ini sejak sore tadi hingga malam ini tidak direspon, beberapa wartawan berupaya menghubungi melalui panggilan WhatsApp, meski berdering, namun tidak dijawab. (JS-01)













Discussion about this post