Ambon, JENDELASERAM.COM — Kegiatan Olimpiade Bintang Sekolah (OBS) yang digelar Lembaga Bimbingan Belajar (Bimbel) EduAsyik sejak Senin 11 Mei 2026 lalu resmi ditutup oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Kota Ambon Robert Sapulette di Aula BPSDM Maluku pada sabtu (17/05/2026).
Acara penutupan OBS itu ditandai dengan pengumuman juara dan penyerahan piala dan piagam penghargaan kepada peserta pemenang lomba.
Dalam lomba tersebut, SD Negeri 79 Ambon tampil sebagai juara umum pertama, disusul juara umum kedua SMA Negeri 13 Ambon dan juara umum ketiga SD Cendekia Ambon.
CEO Lembaga Bimbel EduAsyik Muhammad Afif Rumbouw dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini, sehingga dapat berjalan dengan baik dan penuh semangat.
Dia menuturkan, selama beberapa hari ini, berbagai pihak di Kota Ambon tidak hanya menyaksikan sebuah perlombaan, namun sedang menyaksikan lahirnya keberanian, tumbuhnya rasa percaya diri dan bersinarnya potensi anak-anak hebat masa depan bangsa.
“Kami percaya bahwa setiap anak memiliki cahaya dan keistimewaannya masing-masing,” tuturnya.
Rumbouw dalam kesempatan tersebut turut memberikan motivasi yang kuat kepada semua peserta yang telah berpartisipasi dalam OBS tahun 2026 ini.
Ia menegaskan, menjadi juara memang membanggakan, tetapi memiliki keberanian untuk mencoba dan terus belajar adalah kemenangan yang jauh lebih besar.
Untuk itu, dia berpesan kepada mereka yang telah meraih juara dalam OBS ini untuk tetap rendah hati dan terus berkembang. Kepada yang belum juara, dirinya mengingatkan agar jangan pernah merasa gagal, sebab masih ada kesempatan baik untuk bersinar.
“Bagi yang hari ini menjadi juara, tetaplah rendah hati dan terus berkembang. Dan bagi yang belum mendapatkan hasil terbaik, jangan pernah merasa gagal. Bisa jadi, bintang kalian sedang bersiap untuk bersinar lebih terang di waktu yang tepat. Sebab setiap anak adalah bintang, dan setiap bintang akan selalu berkilau pada waktunya,” tegasnya.
Dirinya juga memberikan perumpaan terhadap siswa, guru dan orang tua dalam capaian keberhasilan.
Menurutnya, jika siswa adalah bintang, maka guru adalah matahari yang memberi cahaya pengetahuan, sedangkan orang tua adalah langit yang selalu menaungi dengan doa dan kasih sayang.
“Karena itu, keberhasilan seorang anak bukanlah hasil kerja satu pihak saja, tetapi hasil dari sinergi antara siswa, guru dan orang tua,” ucapnya.
Tokoh muda asal Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) ini mengungkapkan, Lembaga Bimbel EduAsyik sangat percaya bahwa pendidikan bukan hanya tentang nilai, tetapi tentang membangun pengalaman belajar yang menyenangkan, membentuk karakter dan membantu setiap anak menemukan potensi terbaiknya.
“Semoga Olimpiade Bintang Sekolah ini menjadi awal lahirnya generasi yang cerdas, berprestasi, berakhlak dan mampu membawa perubahan besar bagi daerah dan bangsa,” tutupnya (JS-02)












Discussion about this post