Ambon, JENDELASERAM.COM — Sebanyak 106 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi di Provinsi Maluku.
Hal itu disampaikan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dalam sambutannya pada kegiatan Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Bersama Komunitas di Provinsi Maluku di aula lantai 7 Kantor Gubernur Maluku pada Kamis (07/05/2026).
Lewerissa menuturkan, SPPG yang beroperasi itu merupakan jumlah total dari potensi 192 unit yang telah dibangun.
“Berdasarkan data terbaru pelaksanaan program MBG di Provinsi Maluku, sebanyak 106 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi dari total potensi 192 unit atau mencapai sekitar 55,21 persen,” tutur Lewerissa.
Dirinya mengungkapkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu telah berhasil menjangkau sebanyak 222.640 pelajar dari total potensi 488.994 siswa-siswi.
“Program MBG telah menjangkau 222.640 siswa dari total potensi 488.994 siswa atau sekitar 45,54 persen,” ungkapnya.
Ketua DPD Partai Gerindra Maluku ini menambahkan, untuk kelompok 3B yang meliputi ibu hamil, ibu menyusui dan balita, jumlah penerima manfaat mencapai 19.345 orang dari total potensi 67.562 orang atau sekitar 28,63 persen.
Di sisi lain, pelaksanaan program MBG di Maluku juga melibatkan sekitar 14.075 relawan dan tenaga kerja, yang dinilai turut memberikan kontribusi terhadap pembukaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi lokal.
“Program ini juga membuka peluang kerja bagi masyarakat. Ini membuktikan bahwa MBG memiliki efek berganda dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” tambahnya.
Dia mengatakan, untuk aspek keamanan pangan, saat ini sebanyak 69 unit SPPG telah memiliki Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS) dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Sementara 37 unit lainnya masih dalam proses pemenuhan standar.
Meski menunjukkan perkembangan positif, Lewerissa mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, terutama kondisi geografis Maluku sebagai wilayah kepulauan, keterbatasan akses distribusi, dan pemerataan layanan hingga daerah terpencil.
“Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Maluku berkomitmen untuk mempercepat pembangunan dan pemerataan SPPG, meningkatkan cakupan penerima manfaat khususnya bagi kelompok rentan, memperkuat pengawasan mutu dan keamanan pangan, serta mendorong keterlibatan aktif masyarakat dan pelaku usaha lokal,” katanya.
Mantan Anggota DPR-RI ini menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku berkomitmen mendukung percepatan pelaksanaan program MBG di seluruh wilayah Maluku.
Menurutnya, program MBG ini merupakan salah satu program strategis nasional yang memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, sehingga dia menyampaikan apresiasi kepada Badan Gizi Nasional (BGN) dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan program MBG di Maluku.
“Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program strategis nasional yang memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi generasi muda, serta menjadi fondasi dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, dia juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas dan media dalam menyukseskan program MBG.
“Kunci keberhasilan program ini adalah kolaborasi. Semua pihak harus bergerak bersama agar manfaat Program MBG benar-benar dirasakan secara merata oleh masyarakat Maluku,” tutupnya (JS-03)













Discussion about this post