Bula, JENDELASERAM.COM — Yayasan Baileo Maluku menjadikan tujuh desa di Kecamatan Bula Barat, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) sebagai lokus program pemberdayaan.
Tujuh lokus program yang diberi nama penguatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam dan keanekaragaman hayati itu diantaranya, Desa Banggoi, Hote, Dreamland Hills, Rukun Jaya, Sumber Agung, Waisamet dan Ake Jaya.
Direktur Yayasan Baileo Maluku, Stevy Talahatu dalam sambutannya pada peluncuran program tersebut di Aula Hotel Surya, Kota Bula, Kamis (05/11/2026) menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah bersedia menjadi bagian dari program ini.
Talahatu mengungkapkan, Kecamatan Bula Barat sangat kaya dengan sumber daya alam hutan dan keanekaragaman hayati, sekaligus menjadi habitat bagi beragam satwa endemic penting.
Dia berujar, kehadiran program yang akan mereka jalankan itu akan menjadikan masyarakat adat dan masyarakat lokal sebagai garda terdepan.
“Karena mereka adalah orang-orang yang hidup dan beraktifitas di kawasan itu, mereka yang paling tahu, paling mengenal kawasan itu, sehingga mereka juga yang paling tahu bagaimana kira-kira harus menjaga untuk anak cucu,” ungkap Talahatu.
Ia membeberkan, dalam menjalankan program ini, ada empat aspek yang akan mereka dorong untuk dilakukan pada waktu-waktu mendatang.
Pada penguatan pengetahuan, mereka akan melakukan proses pendokumentasian semua hal yang berkaitan dengan aspek kearifan, aspek pengetahuan, bahkan aspek hukum dan adat di kawasan tersebut, dengan tujuan sebagai sebuah data awal bagi mereka untuk membangun perencanaan.
Mereka juga akan mendorong adanya regulasi yang terkelola di tingkat pemerintahan negeri, dengan menjalin kerjasama dengan pemerintah desa dalam bentuk penguatan dan pendampingan.
Selain itu, mereka juga melakukan penguatan kelembagaan kepada para pemerintah negeri dan BPN/PNA sebagai salah satu fokus dari program tersebut.
Kegiatan edukasi dan disiminasi jug akan mereka gaungkan, dengan melibatkan para generasi muda di wilayah Kecamatan Bula Barat sebagai lokus program.
“Ada juga agenda yang akan kita lakukan yaitu membuat semacam lomba yang terbuka secara umum bagi masyarakat Bula Barat, khusus untuk pemuda, pemudi dan Gen Z. Juga ada festival seni dan budaya yang akan kami buat untuk mencoba kembali melestarikan budaya-budaya,” bebernya.
Dirinya menyadari bahwa keberhasilan program ini tidak akan tercapai jika mereka bergerak sendiri.
Untuk itu, dia sangat berharap dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat pada tujuh desa tersebut, sekaligus dukungan Pemerintah Daerah (Pemda) SBT.
“Kami percaya bahwa kebersihan program ini tidak akan tercapai kalau kami sendiri yang melakukan. Dukungan bapak/ibu masyarakat 7 negeri, kepala pemerintah, BPN/BPNA, bahkan pemerintah daerah SBT menjadi modal utama untuk mendorong keberhasilan program ini,” tutupnya (JS-01)













Discussion about this post