Bula, JENDELASERAM.COM — Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia Letjen TNI (Purn) Irham Waroihan mengunjungi Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) pada Selasa (11/08/2026).
Kedatangan Irjen Kementan RI bersama rombongan dari Kota Ambon menggunakan pesawat Casa TNI-AD disambut Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Formopimda) dan jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) SBT di Bandara Kufar, Kecamatan Tutuk Tolu.
Dalam Kunjungan Kerja (Kunker) yang dilakukan di SBT itu, Irjen Kementan RI yang didampingi Kasdam XV/Pattimura Brigjen TNI Wawan Pujiatmoko, Danrem 151/Binaya Brigjen TNI Rafles Manurung, Asterdam XV/PTM Kolonel Inf Aris Prasetyo dan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku Ilham Tauda itu sekaligus meninjau lokasi cetak sawah di Desa Banggoi Pancoran, Kecamatan Bula Barat.
Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri mengatakan, Pemda SBT menyampaikan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas dukungan program swasembada pangan di SBT, sehingga hari ini Pemerintah Pusat (Pempus) melalui Kementan hadir secara langsung meninjau pengembangan sektor pertanian di daerah ini.
“Pemerintah daerah Kab. SBT mengucapkan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada Presiden RI atas dukungan program swasembada pangan di Kabupaten SBT, sehingga hari ini pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian hadir dan langsung melaksanakan peninjauan terhadap pengembangan sektor pertanian di Kabupaten SBT,” ucap Alkatiri.
Mantan Anggota DPRD Provinsi Maluku dua periode ini mengungkapkan, Kabupaten SBT pada tahun 2026 ini mendapatkan alokasi program cetak sawah seluas 1.362 hektar.
Dia mengaku, sejauh ini program yang telah dilaksanakan berjalan cukup baik, hanya saja beberapa bulan terakhir ini daerah dihadapkan dengan kondisi musim kemarau yang membuat persoalan irigasi dan ketersediaan air menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian.
“Kami juga telah menyampaikan kendala ini kepada Bapak Dirjen dan beliau sudah memberikan respon yang baik. Harapan kami, persoalan kendala irigasi ini dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat melalui direktorat jenderal kementerian pertanian dan melalui koordinasi dengan balai di tingkat provinsi,” ungkapnya.
Dirinya menambahkan, meskipun saat ini terjadi musim kemarau di SBT, namun pada Senin kemarin telah berhasil dilaksanakan panen padi perdana di Desa Aki Jaya seluas 5 hektar.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menegaskan bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) terus bekerja dengan kewenangannya untuk mendukung program cetak sawah dan menjaga produktivitas pertanian masyarakat.
Selain itu kata dia, Pemda SBT akan terus beupaya menghadapi musim kemarau dengan mengoptimalkan sumber-sumber air yang masih dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan lahan pertanian.
“Pemerintah daerah akan terus berupaya menjaga sumber-sumber air yang masih tersedia agar aktivitas pertanian tetap berjalan selama musim kemarau. Mudah-mudahan musim kering ini bisa kita lewati sampai akhir tahun dan semoga kita bisa mendapatkan hasil dari program cetak sawah dari Kementerian Pertanian,” tutupnya.
Irjen Kementan Letjen TNI (Purn) Irham Waroihan menjelaskan, kehadirannya ke Kabupaten SBT ini dalam rangka melaksanakan pengawasan dan meninjau secara langsung capaian program cetak sawah yang menjadi target di Kabupaten SBT.
Dia berujar, terkait dengan hal-hal lain yang berkaitan dengan dukungan maupun bantuan, nantinya terdapat bagian atau pihak yang memiliki kewenangan untuk memberikan penjelasan sekaligus menindaklanjutinya sesuai dengan tugas dan fungsinya.
“Adapun beberapa hal yang menjadi kendala di lapangan, khususnya terkait irigasi, jalan usaha tani, status lahan, serta program listrik masuk sawah, perlu segera dilakukan koordinasi dan sinergi yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pihak terkait agar berbagai kendala tersebut dapat segera ditindaklanjuti dan target program cetak sawah di SBT dapat tercapai secara optimal,” tutupnya (JS-02)













Discussion about this post