Bula, JENDELASERAM.COM — Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku sedang memperbaiki jalan rusak di depan bengkel Lakudo, Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.5 BPJN Maluku Adrian Maun dihubungi media ini di Bula pada rabu (20/05/2026) menuturkan, selain titik tersebut, mereka juga akan memperbaiki kondisi jalan rusak di dekat Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bula.
“Katong (kami) akan ada siapan satu lahan (titik jalan rusak) lagi, nanti katong mau tangani yang sebelum Bank BSI,” tuturnya.
Dia menjelaskan, kondisi jalan rusak di dekat Bank BSI KCP Bula itu akan diaspal bersamaan dengan jalan rusak di depan bengkel Lakudo Kota Bula yang selesai ditimbun.
“Itu ada ST45, nanti katong sama-sama dengan (di depan bengkel Lakudo), disitu juga baru satu kali aspal,” jelasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Maluku mulai memperbaiki jalan rusak yang terletak di depan bengkel Lakudo, Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.5 BPJN Maluku Adrian Maun dihubungi media ini di Bula pada selasa (19/05/2026) mengatakan bahwa kegiatan perbaikan jalan tersebut sudah dimulai sejak senin kemarin.
“Sudah ditangani. Itu mulai kerja tanggal 18 kemarin,” katanya.
Maun menjelaskan, penanganan yang mulai dilakukan agregat kelas A yang merupakan material campuran batu pecah atau kerikil bergradasi yang digunakan sebagai lapisan pondasi atas pada struktur perkerasan jalan.
“Yang saat ini (kemarin) kami lakukan itu dia punya agregat kelas A. Karena di situ lokasinya dia cekung, jadi dikasih rapi, biar air itu tidak terkenang lagi,” jelasnya.
Dirinya menuturkan, penanganan jalan rusak di depan bengkel Lakudo itu merupakan proyek preservasi Banggoi-Bula.
Khusus pada titik kerusakan di kawasan Desa Limumir itu sambung dia, holding atau upaya penanganan sementara pada ruas jalan berupa perawatan, perataan, atau penambalan itu sepanjang 75 meter.
“Kita punya salah satu titik itu di STA 43-43.075, berarti kurang lebih panjang penanganan itu 75 meter,” tuturnya.
Dia mengaku, pada titik kerusakan itu akan diaspal, sehingga untuk mengantisipasi air yang tergenang di badan jalan, mereka akan berkomunikasi dengan pemilik bengkel Lakudo untuk membuka plat yang berada di depan bengkel tersebut.
Pihaknya berujar, kegiatan pengaspalan itu baru akan dilakukan setelah memastikan cuaca dalam kondisi panas, sehingga pekerjaannya tidak terkendala.
“Itu nanti diaspal. Nanti setelahnya mungkin pemilik toko juga harus mengerti bahwa mungkin dia punya plat yang dia tutup itu nanti kita akan buka untuk mengalirkan air,” akuinya (JS-01)













Discussion about this post