Bula, JENDELASERAM.COM — UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) merilis data kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kota Bula sepanjang musim kemarau ini mencapai 95 hektar.
Kepala UPTD KPH SBT Musa Rumakat kepada wartawan di sela-sela memimpin personil melakukan pemadaman api di dekat lokasi mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Bula di kawasan Air Kabur-Kabur pada Senin (13/07/2026) mengungkapkan, data itu merupakan analisis geospasial.
Rumakat mengaku, data kebakaran yang terjadi sejak beberapa hari ini sudah dilaporkan secara bertahap ke provinsi maupun pusat melalui aplikasi mereka.
“Sampai sekarang, dengan kita hitung melalui analisis geospasial, itu di dalamnya sudah mencapai 95 hektare. Itu total keseluruhan di SBT,” ungkap Rumakat.
Dia menuturkan, semua elemen masyarakat harus bersiaga menghadapi kebakaran yang terjadi di musim kemarau panjang ini.
Khusus untuk UPTD KPH SBT kata dia, sejak awal mereka sudah melakukan siaga dengan armada Pemadan Kebakaran (Damkar) yang dimiliki, serta menyampaikan himbauan secara berkala kepada masyarakat.
“Kebakaran ini kan, musibah kemarau panjang, jadi semua elemen diharapkan siaga dalam mengatasi. Kita dari KPH selalu saja siaga dari jauh-jauh hari, dengan adanya mobil pemadam kebakaran kita, dengan beberapa fasilitas yang ada di kantor kita menggunakan untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan,” tuturnya.
Dirinya berujar, selama ini PT Strata Pasifik yang beroperasi di wilayah Kecamatan Teluk Waru ikut berkontribusi dalam menjaga hutan dan lahan.
Untuk itu, dia menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada PT. Strata Pasifik maupun pihak lain yang telah berkontribusi langsung dalam menjaga hutan dan lahan, serta keterlibatan dalam upaya pemadaman saat terjadi Karhutla di beberapa hari ini.
“Ada pihak lain yang di dalamnya termasuk PT Strata Pasifik juga mempunyai kontribusi di dalam menjaga hutan dan lahan. Saya juga berterimakasih kepada teman-teman yang lain cukup berkolaborasi yang baik, sehingga saat kebakaran seperti ini bisa teratasi dengan baik,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, dia juga menghimbau masyarakat di wilayah Bula dan sekitaranya untuk menghindari aktivitas membakar yang akan mengakibatkan percikan api bisa merambah.
“Kami himbau kepada masyarakat, jangan membakar, terus jangan membuat percikan api yang menimbulkan kebakaran. Ini sebagai himbauan untuk kita, supaya semua punya kesadaran yang sama untuk menjaga hutan dan lahan,” himbaunya (JS-01)













Discussion about this post