Bula, JENDELASERAM.COM — Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Darwis Rumakey meminta kepada Dinas Ketahanan Pangan setempat untuk melakukan gerakan pangan murah secara merata pada tiga Daerah Pemilihan (Dapil) di daerah ini.
Permintaan ini menyusul rencana Dinas Ketahanan Pangan SBT yang akan melakukan gerakan pangan murah di Kecamatan Pulau Gorom dan Werinama pada bulan Ramadhan 2026.
“Dinas ketahanan pangan menyampaikan bahwa ada dua tempat yang akan dilakukan gerakan pangan murah, yaitu Dapil I (Werinama) dan Pulau Gorom. Saya mempertegaskan apakah Dapil II itu bukan masyarakat SBT,” tegas Rumakey dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruang rapat paripurna SBT pada Selasa (03/02/2026).
Rumakey menegaskan, Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Ketahanan Pangan harus menerapkan asas keadilan dalam menjalankan program tersebut, sehingga bisa menjangkau wilayah Dapil II yang meliputi Kecamatan Tutuk Tolu, Kiandarat, Siritaun Wida Timur, Seram Timur dan Kilmuri.
“Saya harap harus ada asas keadilan di semua Dapil agar masyarakat bisa terbantu meringankan beban mereka melalui gerakan pasar murah ini,” ucapnya.
Politisi Partai Demokrat ini menuturkan, jelang bulan Ramadhan ini, Pemerintah Daerah (Pemda) SBT harus mengontrol harga barang di pasaran, sehingga tidak terjadi lonjakan harga yang memberatkan masyarakat.
“Jelang bulan Ramdhan ini, Pemda harus punya kesiapan, punya keseriusan untuk mengontrol harga-harga barang di SBT. Kalau bisa Pemda harus mempertegas ini kepada pengusaha-pengusaha memberlakukan satu harga,” tuturnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan SBT Nofel Alkatiri mengatakan, dia sangat berkeinginan melakukan gerakan pangan murah ini dilakukan pada 16 kecamatan.
Kendati demikian, mereka dihadapkan dengan kebijakan efisiensi anggaran, sehingga gerakan pangan murah ini hanya dilakukan di Werinama dan Pulau Gorom.
“Ingin hati, pengen semua kecamatan. Di susunan perencanaan itu pengen di semua kecamatan, tapi kita dihadapkan dengan efisiensi,” katanya.
Alkatiri menjelaskan, selama ini gerakan pangan murah hanya dipusarkan di Kota Bula, sehingga alasan dilakukan gerakan pangan pada dua kecamatan tersebut karana akses jangkauan.
Dia mengaku, untuk wilayah Kecamatan Tutuk Tolu dan sejumlah kecamatan lainnya selama ini sudah dijangkau dengan beras SPHP yang dijual dengan harga yang terjangkau.
“Dari tahun-tahun sebelumnya hanya dilakukan di Bula. Tahun ini karena keterbatasan anggaran, kita lakukan hanya di Werinama dan Pulau Gorom. InsyaAllah daerah lainnya akan kita sentuh dengan beras SPHP dan selama ini kita sudah lakukan di hampir semua kecamatan,” tutupnya. (JS-02)













Discussion about this post