Bula, JENDELASERAM.COM — Upaya untuk membuka keterisolasian wilayah di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) mulai menunjukkan hasil.
Di era kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri-M. Miftah Thoha R. Wattimena, akses transportasi darat perlahan mulai menjangkau wilayah Kecamatan Kilmury yang selama ini dikenal memiliki tantangan geografis cukup berat.
Informasi yang dihimpun media ini di Bula pada Minggu (30/08/2026), Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Maluku sedang mengerjakan proyek jalan ruas Airnanang-Kota Baru.
Lewat pekerjaan proyek yang anggarannya mencapai Rp 185 miliar dengan volume pekerjaan sepanjang 31,7 km ini, akses darat di wilayah Kecamatan Ukar Sengan dan Kecamatan Kilmury perlahan terbuka. Langkah ini sekaligus menjadi titik awal membuka keterisolasian di wilayah setempat.
Salah satu masyarakat Desa Bitorik, Baharuddin Kesuy dikonfirmasi terkait ikhwal ini mengaku akses transportasi darat sudah menjangkau Desa Sumbawa, Kecamatan Kilmury.
“Oto (mobil) baru sampai Desa Sumbawa,” akui Kesuy.
Dia mengungkapkan, saat ini pihak BPJN Maluku sedang mengerjakan jembatan Sungai Bitorik. Jika pekerjaan ini dituntaskan, akses darat sudah bisa menembus Affang Kota.
“Tinggal jembatan Bitorik dalam minggu ini selesai maka dari Bula langsung turun Afang Kota,” ungkapnya.
Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Cabang SBT ini menuturkan, meskipun dengan kondisi saat ini, ada mobil jenis Hilux milik salah satu masyarakat setempat yang sering melintasi Bula-Wolok hingga Desa Taa.
“Mobil Hilix itu di Sumbawa langsung turun pantai menuju Desa Gunak baru naik ke jalan Sirtu untuk turun di Wolok sampai Taa,” tuturnya.
Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) SBT, Rosna Sehwaky ikut menyampaikan fakta dibukanya keterisolasian akses di wilayah tersebut.
Sehwaky mengungkapkan, pada Sabtu 22 Agustus 2026 lalu dia bersama Kepala Bidang (Kabid) PAUD Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) SBT, Sanaria Mony menghadiri kegiatan sosialisasi program wajib belajar satu tahun prasekolah di Desa Taa, Kecamatan Kilmury.
Kabid Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dikbudpora SBT itu mengaku, saat itu mereka melewati jalur darat dari Kota Bula menuju Desa Taa menggunakan mobil.
“Akses sudah sampai di Negeri Asministratif Taa. Kita menggunakan mobil dari Bula,” ungkap Sehwaky.
Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Fachri Husni Alkatiri membeberkan pertemuan BPJN Maluku bersama Pemkab SBT memperkuat sinergi dalam perencanaan dan pembangunan infrastruktur jalan serta jembatan di wilayah setempat.
Sinergi ini dinilai penting untuk menyelaraskan kebutuhan pembangunan daerah dengan program infrastruktur yang menjadi kewenangan pemerintah pusat, sekaligus memastikan pembangunan berjalan terpadu dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Bappeda dan Litbang SBT pada Senin 10 Agustus 2026 itu, Plt Kepala BPJN Maluku Muh. Ulwan Talaohu hadir didampingi sejumlah pejabat dan jajaran teknis, yakni Kepala Seksi Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Jalan (KPIJ) Yade Trianto, Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan (PJJ) Mezach Rhulessin, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah II Provinsi Maluku Toce Leuwol.
Kepala Satker Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Provinsi Maluku Julia O. Joris, PPK 2.6 Provinsi Maluku Melkianus Hitijahubessy, serta PPK Perencanaan Stanley R. Tumbelaka.
Sementara dari Pemkab SBT turut hadir Sekretaris Daerah SBT Ahmad Q. Amahoru, Kepala Dinas PUPR SBT Ramli Sibualamo, Ketua Komisi II DPRD SBT Husin Rumadan, beserta jajaran staf.
Dirinya mengatakan, dengan koordinasi intens yang terbangun, dia berkeinginan semua jalan yang melingkari Pulau Seram ini bisa tuntas dalam masa pemerintahan Fachri-Vitho ini.
“Saya pengen dalam masa kepemimpinan saya di periode ini, mudah-mudahan jalan yang melingkari SBT, Pulau Seram, mulai dari Banggoi-Werinama tembus sampai di Kilmuri masuk lagi Werinama dan ujungnya nanti jembatan panjang yang akan menyambung dua titik itu yaitu Wai Bobot. InshaAllah mudah-mudahan bisa dibangun,” katanya.
Politisi PKS ini bercerita, Kepala BPJN Maluku dalam dalam pertemuan itu menyampaikan bahwa anggaran pembangunan jalan dan jembatan tahun ini SBT yang paling dominan.
Menurutnya, selain daerah ini membutuhkan, ada faktor lain dari besaran jumlah ini yakni koordinasi dan pendekatan yang intens dilakukan ke BPJN Maluku maupun Pemerintah Pusat (Pempus).
“Kabalai menyampaikan bahwa se-Maluku itu program balai di tahun ini yang terbesar ada di Kabupaten SBT. Alhamdulillah kita dapat lagi yang lebih. Salah satu yang menyebabkan kenapa kita dapat lebih di luar karena kita butuh, ada faktor lain yaitu komunikasi, pendekatan. Kita tidak bisa duduk di tempat dan tunggu kegiatan itu sampai, tidak bisa. Kita musti jemput, kita musti komunikasi,” tutupnya (JS-01)











Discussion about this post