Bula, JENDELASERAM.COM — Bupati Seram Bagian Timur (SBT) Fachri Husni Alkatiri dijadwalkan untuk mengisi pengajian Aparatur Sipil Negara (ASN) berbudi luhur secara rutin setiap habis sholat Magrib.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) SBT Supran menjelaskan, pengajian tersebut sebagai wadah pembinaan spiritual bagi ASN di Kabupaten SBT yang akan diisi oleh Bupati SBT.
“Pengajian ASN SBT berbudi luhur merupakan wadah pembinaan spiritual bagi ASN di Kabupaten SBT yang akan diisi oleh Bupati SBT,” jelasnya pada pengajian ASN Berbudi Luhur perdana yang digelar di Musholah Pendopo Bupati SBT pada Minggu (25/01/2026) malam.
Dia mengatakan, selain sebagai sarana untuk silaturahim, pengajian ini juga untuk menguatkan visi pak bupati dan wakil bupati yaitu mewujudkan SBT berbudi luhur, terutama di kalangan ASN.
“Oleh karena itu, partisipasi kita semua, terutama pimpinan OPD dan rekan-rekan ASN pada kegiatan pengajian rutin ini sangat diharapkan dan akan terus dievaluasi,” katanya.
Dirinya menuturkan, pengajian ASN ini dibagi menjadi 10 kelompok dalam sebulan. Di mana, setiap pertemuan terdiri dari 4 OPD dengan mengkaji materi tentang Hadits Arbain Nawawiah karangan Imam An-Nawawi.
Ia menambhkan, Hadits Arbain adalah kumpulan 42 hadits Rasulullah Muhammad SAW yang menjadi fondasi ajaran Islam, mencakup aqidah, ibadah, akhlak serta tata nilai kehidupan sosial.
“Nilai-nilai ini sangat selaras dengan semangat pembinaan ASN Berbudi Luhur, yaitu ASN yang berintegritas, amanah, profesional dan berakhlak mulai dalam menjalankan tugas pelayanan publik,” tutupnya.
Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri dalam pengantarnya menjelaskan, kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar Pemerintah Daerah (Pemda) SBT untuk memastikan apa yang sudah dicanangkan sebagai visi daerah yakni ‘SBT Berbudi Luhur’ yang mencakup ASN dan masyarakat.
Alkatiri menambahkan, terkait dengan ASN ini, Pemda ingin ASN di daerah ini bisa memiliki karakter yang kokoh, etika yang baik, sehingga apa yang diharapkan dari pemerintahan yang bersih atau pun tata kelola pemerintahan yang baik itu bisa diwujudkan.
Sementara itu, aspek terkait dengan masyarakat adalah pemerintah daerah berupaya mendukung semua kegiatan, semua program yang bisa memadukan nilai-nilai agama, nilai adat yang jadi acuan dalam kehidupan keseharian masyarakat di SBT.
“Masyarakat yang menjadikan agama dan adat sebagai rujukan adalah masyarakat yang kita harapkan kondusif dan situasi itu yang akan menjadi modal utama kita dalam membanguan kabupaten yang kita cintai,” jelasnya.
Dia mengemukakan, kegiatan ini tidak hanya sekedar pengajian, itu sebabnya pemateri tidak melibatkan ustadz yang lain, tapi diisi langsung oleh dirinya sendiri.
Pihaknya beralasan, lewat perkumpulan ini dia bisa memanfaatkan untuk saling mengenal lebih dekat dengan semua ASN di daerah ini yang jumlahnya sudah mencapai belasan ribu bila nanti ditambahkan dengan PPPK paruh waktu.
“Saya juga pengen lebih mengenal ASN di SBT, karena saya tidak mengenal semuanya. Kecuali bila kita bertemu satu dua kali, tiga empat kali, mungkin lima enam kali dalam pertemuan terbatas yang khusus. Kalau tidak saya tidak kenal, dan itu sudah kejadian banyak kali,” tutupnya. (JS-02)













Discussion about this post