Bula, JENDELASERAM.COM — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) membuka suara meresponi pemberitaan sejumlah media terkait dugaan pendistribusian obat-obatan kedaluwarsa dan nepotisme.
Dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Dinas Kesehatan SBT pada Rabu (08/04/2026), Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan SBT Punira Kilwalaga membantah tudingan tersebut.
Kilwalaga menegaskan, informasi yang disampaikan pihak tertentu itu jauh dari fakta yang sebenarnya.
“Mereka bilang Dinas Kesehatan itu mengirim obat expire ke puskesmas, kemudian expired yang dekat dikirim ke puskesmas, expired yang jauh dijual di apoteknya kepala dinas. Itu sudah fitnah sebetulnya,” tegas Kilwalaga.
Dirinya menuturkan, semua obat-obatan berada di gudang farmasi Dinas Kesehatan SBT yang dikoridor langsung oleh Kepala Bidang dan penanggungjawab instalasi farmasi.
Bahkan kata dia, dalam pendistribusian obat-obatan ke Puskesmas selalu ada berita acara yang lengkap.
“Bisa teman-teman buktikan, ada berita acara semua. Berapa banyak berita acara barang yang masuk, berapa banyak berita acara yang keluar, kondisi stok obatnya seperti apa,” tuturnya.
Terkait tudingan nepotisme, dia menyebut tidak ada perusahaan tertentu yang diprioritaskan dalam pengadaan obat-obatan di Dinas Kesehatan SBT.
Hal tersebut dibuktikan dengan keterlibatan 10 perusahaan yang menangani pengadaan obat-obatan pada tahun anggaran 2025 kemarin.
“Katanya Kadis kesehatan nepotisme, kadis kesehatan monopoli berarti semuanya dikerjakan oleh PT Amar. Tapi nyatanya kan tidak, ada 10 perusahaan yang kerjakan. Bukan PT Amar saja,” sebutnya.
Ia berujar, dalam pengadaan obat-obatan, pihak dinas tidak serta merta menunjuk perusahaan tertentu sesuai keinginan, namun melalui sistem e-Katalog.
“PT Amar mengerjakan itu adalah berbicara tentang katalog. Prosedur untuk kenapa PT Amar terlibat juga di dalam pengadaan itu. Kalau di perusahaan, rata-rata pabrik itu dia tidak langsung mendistribusikan produknya, dia melimpahkan kepada distributor. PT Amar adalah bagian daripada distributor yang ditunjuk Novaparin,” tutupnya. (JS-02)













Discussion about this post