Bula, JENDELASERAM.COM — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Seram Bagian Timur menggelar kegiatan orientasi pembinaan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) bidang kesehatan kepada Tenaga Kesehatan (Nakes) Puskesmas di daerah ini.
Kegiatan yang digelar di Lantai III Hotel Surya Kota Bula pada Kamis (16/07/2026) itu dibuka oleh Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes SBT Suhartini.
Kabid Kesmas Dinkes SBT Suhartini dalam kesempatan tersebut mengatakan, pertemuan ini memiliki makna strategis yang sangat penting dalam upaya bersama untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan produktif.
Dia menjelaskan, saat ini Posyandu memasuki babak baru melalui terbitnya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu.
Dirinya menambahkan, regulasi ini membawa transformasi Posyandu dari yang sebelumnya lebih berfokus pada pelayanan kesehatan menjadi wadah partisipasi masyarakat yang mendukung penyelenggaraan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), yaitu bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat dan sosial.
“Transformasi ini sekaligus memperkuat fungsi pembinaan, koordinasi lintas sektor, serta peningkatan kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia,” jelasnya.
Ketua Cabang Ikatan Bidang Indonesia (IBI) SBT ini menuturkan, Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang memiliki peran strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Seiring dengan transformasi pelayanan kesehatan dan implementasi Posyandu sesuai kebijakan pemerintah, Posyandu diharapkan mampu menjadi wadah pelayanan yang lebih terpadu, responsif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat di setiap siklus kehidupan.
“Oleh karena itu, tenaga kesehatan memiliki peran yang sangat penting sebagai pembina, pendamping, sekaligus penggerak dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan Posyandu. Pembinaan yang baik akan memperkuat kapasitas kader Posyandu sehingga pelayanan yang diberikan menjadi lebih berkualitas, efektif dan mampu menjangkau seluruh sasaran,” tuturnya.
Ia mengatakan, kegiatan orientasi ini merupakan momentum yang sangat penting untuk meningkatkan pemahaman, menyamakan persepsi, serta memperkuat kompetensi tenaga kesehatan dalam melaksanakan pembinaan Posyandu 6 SPM, khususnya posyandu bidang kesehatan.
Untuk itu, dia berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, serta mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh di wilayah kerja masing-masing.
Pasalnya, keberhasilan Posyandu tidak hanya ditentukan oleh tenaga kesehatan ataupun kader semata, tetapi juga membutuhkan kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah, puskesmas, pemerintah desa atau kelurahan, Tim Pembina Posyandu, organisasi kemasyarakatan, serta partisipasi aktif masyarakat.
“Sinergi yang kuat akan menjadi fondasi dalam mewujudkan pelayanan kesehatan dasar yang berkualitas, mudah diakses dan berkesinambungan,” katanya.
Pada kesempatan yang dihadiri Kepala Puskesmas dan Pj program promosi kesehatan itu, dia mengajak seluruh tenaga kesehatan untuk terus mengedepankan semangat pelayanan yang profesional, humanis dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Jadikan pembinaan Posyandu sebagai upaya bersama untuk mempercepat peningkatan status kesehatan ibu, bayi, balita, remaja, usia produktif, hingga lanjut usia, sehingga tujuan pembangunan kesehatan dapat tercapai secara optimal,” ajaknya (JS-02)













Discussion about this post