Bula, JENDELASERAM.COM — Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) sudah berlangsung sejak satu pekan.
Di tengah kobaran api yang berkepanjangan itu, petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Keselamatan SBT terus berjuang untuk menjinakkan api di waktu siang maupun malam hari.
Kepala Dinas Damkar dan Keselamatan SBT Hadi Rumbalifar menuturkan, Karhutla yang terjadi di wilayah Kota Bula dan sekitarnya ini sudah berlangsung sejak 13 Juli 2026 lalu.
“Kebakaran ini sudah berlangsung 7 hari, mulai tanggal 13 Juli sampe sekarng,” tutur Rumbalifar saat dihubungi media ini di Bula pada Minggu (19/07/2026).
Rumbalifar merincikan, pada 13 Juli, Karhutla ini terjadi di sekitar PT PLN MEP Desa Limumir, di dekat PT Balam Desa Bula Air, di sekitar PT PLN MEP dan Kampus STAI Bula.
Dia menambahkan, pada 14 dan 15 Juli, bencana kebakaran di musim kemarau panjang ini kembali terjadi pada kebun warga Desa Limumir dan Kampung Jawa.
Pada 16, 17, 18 dan 19 Juli, kebakaran terjadi berturut-turut di kawasan Pantai Gumumae Bula, depan RSUD Bula, Pantai Gumumae Bula, sekitar gedung handak PT Kalrez dan kawasan gunung 227 dekat kompleks kodim dan rumah warga.
“Petugas kerja maksimal dan penuh tanggungjawab, walaupun peralatan seadanya. Selama lokasi kebakaran bisa dijangkau dengan mobil, petugas selalu berusaha dengan sekuat tenaga untuk memadamkan api,” ucapnya.
Mantan Camat Bula ini mengaku, dalam upaya memadamkan api ini, petugas Damkar SBT selalu dibantu pihak kepolisian dari Polres SBT dan Brimob Bula, TNI, BPBD, KPH SBT, PT Strata Pasifik, Penjual Air Tangki dan masyarakat.
“Selama ini banyak pihak berjuang di tengah bencana Karhutla ini. Kami sangat terbantu dengan bantuan berbagai pihak di lapangan, terutama Kepolisian, BPBD, Strata Pasifik, Penjual air tengki, TNI dan masyarakat,” akuinya (JS-02)












Discussion about this post