Jakarta, JENDELASERAM.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seram Bagian Timur (SBT) dan Badan Pimpinan Pusat Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPP PHRI) menjajaki kerjasama pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten SBT.
Hal ini mengemuka dalam pertemuan antara Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri dengan Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi BPP PHRI Yuno Abeta Lahay di kantor BPP PHRI Grand Sahid Hotel Jaya, Sudirman Jakarta Pusat Rabu kemarin.
Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri dalam kesempatan tersebut meminta agar mitra pengusaha yang bergerak di sektor hotel dan restoran yang tergabung dalam PHRI dapat berinvestasi di kabupaten yang dipimpinnya.
Alkatiri mengungkapkan, Kabupaten SBT memiliki kurang lebih 70 tempat wisata yang menarik dan atraktif.
“Didomonasi oleh wisata bahari (marine ecotourism) yang tersebar di sepanjang pantai daratan utama hingga pulau-pulau kecil,” ungkapnya.
Dia membeberkan, beberapa lokasi wisata eksisting yang bisa dikunjungi seperti Pantai Gumumae, Pantai Wailola, Tanusang Geser hingga Danau Sole di Pulau Amarsekaru.
Sementara lokasi wisata potensial untuk pengembangan adalah Pulau Koon, Pulau Garogos, Pulau Neden, Pulau Nukus, Pulau Gofa, Pulau Akat, Pulau Parang, Pantai Karang Bais dan Pantai Pasir Panjang.
Menurutnya, dengan potensi wisata dan sumberdaya alam yang begitu besar, namun belum didukung oleh ketersediaan hotel, restoran, mall dan tempat hiburan buatan yang memadai.
“Arus pergerakan barang, jasa dan orang di SBT akan meningkat dalam 5-10 tahun mendatang apalagi didukung oleh bisnis minyak dan gas bumi,” bebernya.
Mantan Wakil Bupati SBT ini menuturkan, jumlah hotel dan penginapan di Kabupaten SBT sebanyak 24 unit yang terdiri dari 3 hotel dan 21 penginapan.
Dirinya merincikan, jumlah kamar yang tersedia sebanyak 279 unit dengan jumlah tempat tidur 306 buah. Semuanya belum berstatus hotel bintang.
“Kapasitas hotel/penginapan ini tidak cukup untuk menampung arus kunjungan wisatawan jika rencana aksi pengembangan sektor pariwisata dilakukan oleh pemerintah daerah bersama mitra swasta. Ditambah dengan pergerakan orang di SBT jika proyek-proyek hilirisasi dan industri mulai beroperasi,” tuturnya.
Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi BPP PHRI Yuno Abeta Lahay merespon baik kehadiran Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri bersama rombongan.
Dia berkomitmen akan membahas hasil pertemuan tersebut dalam rapat pimpinan BPP PHRI. (JS-03)













Discussion about this post