Bula, JENDELASERAM.COM — Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (RI) membidik pangan lokal di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) untuk dikembangkan.
Pembina Industri Ahli Madya Direktorat Jenderal (Ditjen) Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian RI Indra Akbar Dilana berujar, fokus mereka pada penyelenggaraan industri pangan lokal itu sejalan dengan Perpres nomor 81 tahun 2025 tentang keanekaragaman pangan lokal.
Indra mengungkapkan, di Kabupaten SBT sudah ada banyak pelaku usaha, sehingga kehadiran mereka ini sebagai langkah awal untuk ingin para pelaku usaha di daerah ini naik kelas.
“Ini langkah awal kita. Kita melihat di sini sudah banyak pelaku usaha, kita turun lagi ke sini untuk bagaimana meningkatkan skala teman-teman pelaku usaha yang mikro ini supaya naik menjadi industri yang kecil ataupun menengah,” ungkapnya kepada wartawan usai pembukaan kegiatan pelatihan pelaku usaha IKM sagu di Hotel Surya Kota Bula pada kamis (21/05/2026).
Dia berujar, fokus kegiatan ini sekaligus menjadi embrio dari program Hilirisasi Sagu yang sedang diperjuangkan Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri.
“Mungkin Pak Bupati dengan ada program untuk menjadi PSN. Ini bisa menjadi embrio nanti terus berkembang,” ujarnya.
Dirinya menjelaskan, sehari sebelum kegiatan pelatihan ini digelar, mereka juga melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) pengembangan komoditi olahan sagu dengan menghadirkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Menurutnya, partisipasi OPD-OPD pada kegiatan tersebut menunjukkan keseriusan dan dukungna penuh dari Pemerintah Daerah (Pemda) SBT terhadap pengolahan sagu sebagai pangan lokal daerah ini.
“Itu sudah bentuk dukungan bahwa Pemda disini konsen terhadap kegiatan ini. Ada juga teman-teman dari provinsi, Pak Kabid Perindustrian itu juga menyampaikan bahwa memang SBT sudah sejalan. Harapan kami, sejalan dari SBT kemudian dari provinsi dan dari pusat memang fokus di sini,” jelasnya.
Ia menuturkan, selain untuk melatih para pelaku usaha ini, targetnya juga dikembangkan usaha mereka, mulai dari legalitas, usaha produksi hingga pemasaran.
“Tadi saya sampaikan bagaimana NIB, kemudian bagaimana perizinan legalitas, NPWP, bagaimana metode pengajuan proposal dan sebagainya itu kita latih semua,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Perindustrian dan Perdagangan SBT Lutfi Rumata mengatakan, Pemda SBT sangat menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan itu.
“Kita sangat bersyukur dan berterimakasih banyak kepada teman-teman dan kementerian. Karena mereka sudah punya konsen untuk datang membangun dan mengembangkan potensi yang ada di kita. Ini juga hasil koordinasi kolaborasi kita selama ini,” ucapnya.
Rumata mengungkapkan, target Pemda SBT ke depan adalah membangun Setra Sagu atau rumah produksi bersama, dengan harapan ada bantuan dan pendampingan langsung dari Kementerian Perindustrian sebagai entry poin dari kegiatan tersebut.
“Kemarin sudah dibahas semua. Hari ini pelatihan untuk pelaku IKM. Jadi kalau tanggapan dari pemerintah daerah, kita butuh dukungan semua pihak,” ungkapnya (JS-02)













Discussion about this post