Bula, JENDELASERAM.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seram Bagian Timur (SBT) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) SBT telah membangun jembatan darurat di Wai Madoul, Desa Kwaos, Kecamatan Siritaun Wida Timur.
Dengan pembangunan jembatan darurat ini, kendala akses lalulintas yang selama ini dihadapi di sungai tersebut telah teratasi.
Salah satu warga setempat bernama Musakrim Rumaru dalam video yang diposting di akun facebooknya memperlihatkan kondisi sungai Wai Madoul dan jembatan darurat yang sudah dibangun Pemerintah Daerah (Pemda) SBT.
Rumaru yang diketahui sebagai seorang guru ini mengungkapkan, pembangunan jembatan darurat di Wai Madoul ini sangat membantu mereka dalam menjangkau tempat tugas yang sehari-hari melewati sungai tersebut, sehingga dia mengapresiasi langkah Pemda SBT ini.
“Inilah kondisi jembatan Madoul saat ini. Jadi katong (kami) yang bertugas di sebelah kali ini, di Airnanang. Katong (kami) merasa Alhamdulillah, katong (kami) ucapkan terimakasih kepada pemerintah daerah, kepada pihak-pihak tertentu yang sudah bekerja keras menyelesaikan pekerjaan jembatan ini,” ucapnya.
Dia mengatakan, pegawai-pegawai yang berdomisili di wilayah Suru dan sekitarnya yang bertugas di Airnanang maupun di wilayah Kecamatan Ukar Sengan sudah merasa nyaman melintasi jembatan tersebut.
“Alhamdulillah katong (kami) guru-guru yang tugas di bagian Airnanang maupun di bagian Ukar Sengan sana, katong (kami) sudah merasa nyaman. Alhamdulillah sudah seng (tidak) ada kendala lagi di Kali Madoul ini,” katanya.
Secara terpisah, salah satu masyarakat Ukar Sengan bernama Hasan yang dimintai pendapatnya di Bula pada Selasa (17/03/2026) terkait jembatan darurat tersebut mengaku sangat terbantu.
Dia mengakui bahwa, sebelum dibangun jembatan darurat ini, kendala yang sering dihadapi saat bepergian adalah sungai Madoul.
“Kalau jujur, jembatan darurat Wai Madoul ini sangat membantu. Kalau musim hujan, atau saat air pasang, semua kendaraan tidak bisa lewati Wai Madoul. Terpaksa harus tunggu berjam-jam sampai airnya surut. Tapi alhamdulillah, dengan jembatan darurat ini, tidak ada lagi kendala di Wai Madoul,” akuinya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) membangun jembatan darurat di Wai Madoul, Kecamatan Siritaun Wida Timur.
Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri dalam keterangannya Rabu (11/03/2026) mengungkapkan, ruas Masiwang-Airnanang statusnya jalan nasional yang menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku.
“Keberadaan Wai Madoul di Negeri Kwaos, Kecamatan Siritaun Wida Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) berada di ruas Masiwang-Airnanang, secara otomatis jadi tanggungjawab BPJN Maluku,” ungkapnya.
Dia menuturkan, meskipun menjadi kewenangan BPJN Maluku, namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) SBT tidak bisa menutup mata soal kondisi Wai Madoul yang selama ini jadi kendala bagi masyarakat yang hendak ke Bula atau ke Airnanang menghadapi air pasang atau musim hujan.
“Lewat koordinasi dengan BPJN Maluku, jembatan Wai Madoul baru akan dibangun pada 2027 mendatang. Karena itu, Pemda SBT berinisiatif untuk membangun jembatan darurat di sungai tersebut untuk memperlancar akses transportasi masyarakat sambil menunggu pembangunan jembatan permanen,” tuturnya.
Secara terpisah, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) SBT Novi Wiwin Rumata mengatakan, pembangunan jembatan ini mulai dilakukan pada selasa 3 Maret 2026.
Dirinya mengaku, setelah empat hari dilakukan pekerjaan, pada hari Sabtu pekan kemarin penyedia berhasil menuntaskan, sehingga kendaraan langsung melewati jembatan darurat tersebut.
“Proses pekerjaan sejak hari selasa minggu kemarin dan hari sabtu minggu kemarin sudah bisa dilewati kendaraan,” kata Rumata. (JS-01)













Discussion about this post