Bula, JENDELASERAM.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seram Bagian Timur (SBT) mendorong percepatan transformasi digital pengadaan barang dan jasa transparansi perencanaan pengadaan, serta perluasan akses dan partisipasi pelaku UMKM lokal dalam sistem pengadaan pemerintah.
Hal tersebut direalisasikan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengimputan Sistem Informasi Rancangan Umum Pengadaan (Sirup) dan launching Solusi Informasi dan Gerakan Akselerasi Pengadaan Barang dan Jasa (SIGAP-PBJ) serta aplikasi Sistem Akses Gerai UMKM sebagai media fasilitasi UMKM dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur dalam mendorong percepatan transformasi digital pengadaan barang dan jasa, peningkatan transparansi perencanaan pengadaan, serta perluasan akses dan partisipasi pelaku UMKM lokal dalam sistem pengadaan pemerintah,” ucap Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Sofyan Kelian di Bula, Jumat (14/02/2026).
Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri menjelaskan bahwa pengadaan barang dan jasa bukan hanya proses transaksi biasa, melainkan instrumen strategis dalam menggerakkan roda pembangunan daerah.
Karena itu kata dia, perencanaan yang matang melalui Sirup adalah fondasi utama. Sebab pengimputan data yang akurat dan tepat waktu bukan hanya kewajiban administratif, melainkan bentuk tanggungjawab atas transparansi dan akuntabilitas publik.
“Kita harus menyadari bahwa kesalahan dalam tahapan perencanaan dapat memicu mata rantai masalah, mulai dari keterlambatan pemyerapan anggaran hingga potensi masalah hukum,” jelas Alkatiri.
Dia mengungkapkan, sejalan dengan semangat digitalisasi, hari ini juga diluncurkan portal UKPBJ SBT yakni Sigaf PBJ sebagai pusat informasi terintegrasi yang akan mempercepat layanan dan pemperkuat peran UKPBJ sebagai center of excellence serta aplikasi SAGU ini adalah wujud nyata keberpihakan pemerintah daerah kepada pelaku UMKM lokal.
“Kita ingin UMKM kita tersaring dengan baik, berintegrasi dengan aman dan mendapatkan keuntungan yang nyata dari pengadaan pemerintah,” ungkapnya. (JS-02)













Discussion about this post