Bula, JENDELASERAM.COM — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah memposisikan dirinya sebagai salah satu Partai Politik (Parpol) besar diantara beberapa Parpol lainnya di Provinsi Maluku.
Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Maluku, Fachri Husni Alkatiri mengungkapkan, jika capaian kursi di DPRD Provinsi Maluku, PKS masuk dalam empat Parpol besar di Maluku, yakni Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Gerindra, NasDem dan PKS.
“PKS di Maluku per hari ini adalah satu di antara sekian partai besar. Kalau capaian kita di legislatif provinsi jadi ukuran, maka PKS masuk di 4 partai besar di Maluku, selain PDI Perjuangan, Gerindra dan Nasden,“ ungkap Alkatiri saat membuka kegiatan Political Up Date Konsolidasi dan Up Grading pengurus di Hotel Mutiara, Kota Bula pada Kamis (03/09/2026).
Bupati SBT ini menuturkan, dalam sejarahnya, PKS selalu menempati posisi salah satu Wakil Ketua di DPRD Provinsi Maluku.
Sementara itu, dalam ukuran kemenangan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), PKS sebagai Parpol yang keluar dengan kemenangan terbesar se-Maluku pada 2024 lalu.
Dia menambahkan, pada Pilkada 2024, kader PKS terpilih menjadi bupati di SBT, wakil bupati di Buru dan Wakil Walikota di Tual. PKS juga mengusung dan menang di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Buru Selatan, Maluku Tengah, Seram Bagian Barat (SBB), Maluku Tenggara, Kepulauan Aru dan Kota Ambon.
“Dalam sejarahnya, PKS tidak pernah tidak punya posisi dalam pimpinan DPRD Provinsi Maluku. PKS selalu punya wakil ketua DPRD Provinsi Maluku. Itu di legislatif. Kalau hari ini capaian kemenangan di Pilkada se-Maluku, maka PKS bisa disebut dengan sangat meyakinkan adalah partai kemenangan terbesar di Pilkada serentak 2024. Kita yang terbesar,” tuturnya.
Mantan Anggota DPRD Maluku dua periode ini berujar, capaian PKS hari ini telah melewati proses yang sangat panjang, sehingga sangat diperhitungkan dalam banyak hal.
Untuk itu, dia meminta para kader di 11 kabupaten/kota di Maluku agar tidak merasa puas dengan capaian saat ini, namun terus melakukan konsolidasi untuk menggapai kekuasaan agar dapat memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.
“Alhamdulillah, kita sampai ke tahap ini. Tapi seperti lazimnya Sunnatullah dalam kehidupan, Allah selalu memberdirikan kemenangan, kekuasaan, nasib baik di antara hal banyak. Karena itu kita harus berproses dan tidak boleh puas dengan apa yang sudah kita capai hari ini. Karena cita-cita kita bukan sekedar mencapai kekuasaan, tapi cita-cita kita adalah bagaimana menggunakan kekuasaan itu untuk memberi sebanyak mungkin kemanfaatan bagi seluruh masyarakat,” tutupnya (JS-01)













Discussion about this post