Bula, JENDELASERAM.COM — Musyawarah Daerah (Musda) ke-V Partai Golkar Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) terjadi deadlock pada Selasa (21/04/2026) sore.
Pimpinan sidang pada Musda yang berlangsung sejak senin kemarin di gedung serbaguna Dinas Kesehatan SBT itu dituding jadi penyebab deadlock tersebut.
Ketua Steering Committee (SC) Musda ke-V DPD II Golkar SBT kepada wartawan menyampaikan kekecewaan terhadap pimpinan sidang yang berasal dari DPD I Partai Golkar Maluku Masdjan Sangadji yang memimpin persidangan tersebut.
“Saya sangat kecewa terhadap pimpinan sidang yang datang,” ucap Kelirey.
Kelirey menuturkan, sidang Musda Golkar SBT ini banyak terjadi skorsing yang tidak jelas. Padahal sambung dia, pada senin malam telah ada keputusan bersama terkait verifikasi dukungan bakal calon yang menggugurkan rekomendasi ganda pada beberapa kandidat Ketua DPD II Golkar SBT.
Sayangnya kata dia, setelah keputusan ini mengemuka, pimpinan sidang kembali melakukan verifikasi faktual terhadap semua rekomendasi.
Dia mengaku, hanya lantaran verifikasi ulang ini, sidang berlangsung tidak normal akibat pimpinan sidang selalu mendesain sidang dengan membuka sidang dan mengskorsing berulang-ulang.
“Tadi malam itu sudah berikan keputusan, sudah ada hasil verifikasi. Kenapa dia ulang lagi, tidak mau pakai itu, dia ulang lagi untuk harus di-verfikasi faktual ulang. Sedangkan persetujuan dan tadi malam dia juga sudah berikan keputusan bahwa kecamatan yang berikan rekomendasi ganda itu adalah dibatalkan,” tuturnya.
Kader Golkar SBT ini berharap kepada DPD I maupun DPP Partai Golkar agar memperhatikan Musda SBT ini dengan jeli, sehingga tidak merugikan Golkar di SBT.
Dirinya juga meminta DPD I Golkar Maluku agar mengevaluasi pimpinan sidang Musda SBT Masdjan Sangaji karena dinilai telah memihak kepada kandidat tertentu.
“Saya minta kepada pimpinan wilayah supaya jangan terulang lagi hal-hal yang semacam begini. Karena wilayah punya ulah nanti di Kabupaten ini bisa hancur. Saya minta kepada pihak DPD 1 sampai ke DPP untuk tolong memperhatikan hasil Musda SBT, karena pimpinan sidang sudah memihak terhadap salah satu kandidat tertentu,” pintanya.
Sementara itu, salah satu anggota pimpinan sidang M. Amin Sokanmetan ikut meresponi permasalahan dalam forum Musda yang menyebabkan detlok.
Dia mengaku, terhadap rekomendasi ganda dari sejumlah Pimpinan Kecamatan (PK) Golkar, semua PK telah bersepakat untuk digugurkan, namun koordinator pimpinan sidang Masdjan Sangadji sengaja mengulur waktu dengan melakukan buka tutup skorsing tanpa kejalasan pasti.
“Rekomendasi ganda ini kami sudah bersepakat dengan teman-teman PK 15 kecamatan. Tapi pimpinan sidang selalu mengulur waktu, skorsing abis itu cabung, abis skorsing lagi. Kami juga tidak tahu titip permasalahannya di mana,” akuinya.
Sokanmetan yang juga sebagai PK Golkar Kecamatan Kilmiri ini menilai dengan proses ini, ada keberpihakan koordinator pimpinan sidang terhadap salah satu bakal calon Ketua DPD Golkar SBT.
“Kita sudah melihat, pimpinan sidang itu sudah berpihak kepada kandidat-kandidat tertentu,” tutupnya (JS-01)













Discussion about this post